JAKARTA | duta.co – Nama  Afi Nihaya Faradisa saat ini terkenal karena tulisan yang dia unggah di akun Facebook miliknya membahas soal keberagaman. Rupanya, kiprah Afi ini bukan hanya mengundang respon banyak pihak tapi juga  diperhatikan oleh Presiden Joko Widodo.
Pemilik nama Asa Firda Inayah ini diundang ke Istana Presiden Kamis 1 Juni 2017 hari ini untuk menghadiri upacara peringatan Hari Lahirnya Pancasila.

Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, membenarkan, Afi  diundang oleh pihak Istana Kepresidenan pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta,  pada 1 Juni 2017.

“Istana mengundang Afi untuk hadir di Peringatan Hari Lahir Pancasila,” kata Bey, Rabu (31/5/2017).

Bey mengatakan, Afi  akan bertemu Presiden Jokowi di upacara tersebut. “Karena diundang ke upacara, nantinya akan bertemu Presiden,” kata Bey.

Nama Afi sendiri dikenal publik karena unggahan tulisan berjudul ‘Warisan’. Artikel ‘Warisan’ yang ditulis Afi Nihaya Faradisa menyita perhatian banyak pihak. Tak hanya pujian, Afi menerima banyak hujatan hingga ancaman akan dibunuh.
“Saya pernah diancam mau dibunuh. Padahal saya tidak tahu apa kesalahan saya. Ditelepon jam 3 pagi, (penelepon mengatakan) ‘Berhentilah menulis, saya tidak hanya bisa membunuh akun tapi juga membunuh dirimu’,” ujar Afi kepada wartawan di kampus Fisipol UGM, Jalan Sosio Yustisia, Yogyakarta, Senin (29/5) lalu. Kisah itu juga disampaikan lagi saat wawancara dengan televisi Selasa malam.
Meskipun dihantui rasa khawatir, namun siswi Kelas III SMA Negeri I Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut tetap bersikap sewajarnya. Bahkan, ia sempat tersenyum. Seolah tidak takut.
Namun yang jelas, Afi berkeyakinan bahwa membunuh orang tidaklah semudah itu. Apalagi belakangan ini, sejumlah sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) telah menyatakan diri mendukung langkah Afi menyebarkan pesan damai.

“I’m not afraid. Di belakang saya, ada Banser, GP Ansor NU. Waktu itu dari pusat mengutus cabang mereka di Banyuwangi untuk melindungi saya. Tuhan juga melindungi saya,” ujar Afi.

Tidak hanya diancam dibunuh, tulisan ‘Warisan’ Afi juga tak lepas dari ‘bully’ serta tudingan miring.

Ada netizen yang mencaci maki Afi dengan kata-kata kasar hingga menuduh Afi sebagai misionaris Kristen.

Menyakitkan bagi Afi, namun ia menghadapinya dengan kepala dingin.

“(Jika saya membalasnya), apa bedanya saya dengan mereka?” katanya.

Jika memang sudah tak tahan atas bully dan tudingan miring itu, paling-paling Afi memblokir akun tersebut.

Afi berpendapat, netizen yang berkata-kata kasar, mempunyai persoalan sendiri di kehidupannya. Kata-kata kasar tersebut pun merupakan pelampiasan semata.

“Jadi kalau sudah sangat menyerang personal, misalnya dia menumpahkan sampah ke saya, ya mungkin dia punya masalah di kehidupan lain lalu menumpahkannya di status saya, ya saya akan blokir,” ujar Afi.

“Kalau niatnya mengkritik dan dia kritiknya pakai nalar atau dalam artian kita bisa sama-sama diajak berpikir, ya sudah saya terima kritikannya dengan senang hati,” lanjut dia.

Namun yang pasti, bullying, tudingan miring hingga ancaman pembunuhan tidak akan membuat Afi berhenti menyebarkan pesan perdamaian bagi umat beragama.

“Kita harus mengasihani. Semua agama dan aliran kepercayaan menyuruh kita berbuat demikian,” ujar Afi. * det, ros

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry