Advent Dio Randy, sosok advokat muda berbakat yang namanya mencuat dalam penanganan kasus dugaan penghinaan nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang dilakukan Zikria Dzatil beberapa waktu lalu, ternyata bukan advokat muda sembarangan. Banyak sisi positif lain yang menarik untuk diketahui secara luas.

Berikut penuturannya pada Henoch Kurniawan, Wartawan Duta Masyarakat

Apa yang melatar belakangi anda tertarik didunia advokat?

Dio: Darah advokat sudah mengalir dari ibu saya. Awalnya saya hanya membantu ibu dikala saya libur kuliah. Kebetulan sejak usia saya masih 15 tahun, ibu saya sudah jadi single parent. Seiring berjalannya waktu, saya menyadari ternyata banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai advokat guna kita bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya kalangan bawah yang membutuhkan bantuan hukum. Mengingat saat itu ibu banyak menangani perkara prodeo yang secara gratis. Saya menilai bahwa profesi ini adalah profesi yang mulia. Disitulah saya memantapkan diri guna mengabdi didunia hukum.

Motivasi lain mungkin?

Dio: Ya..selain itu saya ingin membesarkan nama kantor hukum milik ibu yaitu Yuliana dan rekan. Hal itu sengaja saya lakukan sebagai dedikasi saya sebagai anak kepada seorang ibu dikala saya sejak kecil beliau sudah menjadi single parent. Nantinya saya juga yang akan menggantikan peran dan tugas ibu guna mengabdi kepada masyarakat melalui jalur advokasi hukum.

Dua Bersaudara Advokat

Apakah saudara lain juga tertarik didunia hukum?

Dio: Kita dua bersaudara. Adik perempuan saya juga seorang advokat. Awal karirnya sempat magang menjadi pengacara di kantor hukum Tonic Tangkau, namun kini akhirnya harus fokus menjadi Ibu Bhayangkari dan mengurusi dua anak setelah dinikahi perwira polisi.

Apa yang mendasari anda tertarik dunia bisnis? Kita tahu anda mengelolah bisnis kuliner dan persewaan arena olahraga.

Dio: Bisnis ini saya jalankan sekaligus sebagai upaya saya untuk menyalurkan hobi, saya suka sekali futsal. Jadi andai bisa sejalan (antara bisnis dan hobi) mengapa tidak kita lakukan?

Kaitan dunia advokat dengan bisnis yang sedang anda jalankan?

Dio: Sangat berkaitan. Saat dibangku kuliah kita diajarkan untuk menjadi mahasiswa yang entrepreneur. Kita harus berinovasi dan tidak boleh stuck diposisi yang monoton. Kita harus bisa mengembangkan diri. Berawal dari dunia advokat, kita bisa mengenal banyak koneksi dan jaringan baru guna mendukung bisnis kita.

Bagaimana anda mengatur antara jadwal Litigasi dengan bisnis?

Dio: Alhamdulilah semuanya tidak terganggu. Baik itu proses Litigasi pada sidang-sidang kita tetap jalan dan lebih banyak ke arah perdata. Sedangkan bisnisnya, saya percayakan kepada asisten saya yang mengurusi segala kebutuhan yang akan kita evaluasi secara berkala. Sedangkan untuk aktifitas advokasi hukum pidana umum oleh LBH Legundi, kita mulai awal sudah berkomitmen bakal tetap konsisten bersama ibu membantu masyarakat untuk memberikan bantuan hukum secara probono atau prodeo. Dan itu kita lakukan sejak proses hukum berjalan di penyidik kepolisian hingga pembuktian di persidangan, asalkan masyarakat membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Advokat Muda Berbakat, Jago Berbisnis

Kendati masih berusia 34 tahun, advokat anggota Peradi ini sudah dipercaya menjadi corporate lawyer diberbagai perusahaan nasional (lihat tabel).

Tak puas didunia pendampingan advokasi, alumni Fakultas Hukum Unair tahun 2005 ini tengah mengembangkan sayapnya bidang lain, yaitu usaha komersil, berupa bisnis kuliner dan pengelolahan arena olahraga.

Sebuah cafe cantik bernama Kuliner Jenggolo, sengaja dibangun pria yang akrab dipanggil Dio ini guna memenuhi hasrat bisnisnya. Cafe seluas 9×20 meter persegi itu dibangun dilahan strategis yang terletak di Perumahan Jenggolo Utara Blok B Sidoarjo.

Tampaknya Dio mempersiapkan bisnisnya ini secara matang. Hal itu terlihat dari sentuhan penataan dekorasi interior maupun persiapan lahan parkir untuk memanjakan pengunjung. Untuk lahan parkir saja, Dio rela merogoh kocek dalam hanya untuk membeli lahan kosong yang berada disamping cafenya.

“Selain menyalurkan hobi dan hasrat bisnis, saya ingin menciptakan lapangan kerja yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain kuliner, Dio juga mengelolah arena olahraga futsal yang letaknya tak jauh dari cafenya tersebut. Dio mengaku, futsal merupakan hobinya sejak duduk di bangku sekolah. Bahkan saat ini, ayah tiga anak inipun masih aktif sebagai atlet futsal di organisasi profesinya, Peradi.

LBH Legundi

Selain menyediakan jasa pendampingan hukum gratis, LBH Legundi juga dipersiapkan Dio guna menampung adik-adik angkatan Unair untuk menempah ilmu hukum diawal menjajaki karir mereka sebagai aparat penegak hukum.

“Alhamdulillah, banyak alumni LBH Legundi yang berhasil menjadi jaksa maupun hakim saat ini. Kita sengaja menyediakan wadah bagi adik kelas alumni Unair guna mempertajam ilmu hukumnya dengan langsung praktek di lapangan melalui LBH ini,” tambah Dio.

Belakangan ini, suami dari Yenni Sulistyorini ini, tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan diri guna mengikuti pendidikan kurator. “Selama kita masih mampu, ayo belajar dan belajar,” imbuhnya. eno

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry