Ade Armando (ist)

JAKARTA | duta.co – Penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terhadap dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Ade Armando. Ade telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama dan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Status Ade sebagai tersangka terkait cuitannya di media sosial Twitter-nya yang mengatakan,”Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, China, Hiphop, Blues”.

Walaupun telah berstatus tersangka, berkas kasusnya belum dilimpahkan ke kejaksaan. “Masih dilakukan penyelidikan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (17/4).

Terkait kasus tersebut, Ade dilaporkan pelapor bernama Johan Khan pada Januari 2017. Johan mendesak Ade menyampaikan permohonan maaf melalui akun Twitter, tetapi tersangka tidak memenuhinya.

Ini bukan kali pertama Ade Armando dilaporkan ke polisi karena penodaan agama. Namun, sejumlah kasusnya menguap begitu saja. Kali ini, dia kembali dilaporkan seorang pengacara yang mewakili umat Islam, Denny Andrian Kusdayat, atas dugaan penodaan agama.

 

‘Azan Tidak Suci’

Di dalam akun Facebook Ade Armando 4 April 2018 lalu, dia menuliskan ‘azan tidak suci’, padahal di dalam bait azan jelas terdapat lafaz-lafaz suci yang mengagungkan Allah SWT. Polisi pun diharapkan tegas menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Ade akan dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156a KHUP.

Sebelumnya digelar pertemuan antara Ketua Jawara Jaga Kampung Nusantara atau Jajaka Nusantara Damin Sada dan Ade Armando Sabtu (14/4) lalu di Mapolres Jakarta Timur. Pertemuan itu merupakan permintaan Jajaka Nusantara menyoal klarifikasi pernyataan Ade Armando soal azan tidak suci, yang menurut dia, menodai umat Islam.

Melalui akun resmi Facebook Ade Armando yang dikutip dari republika.co.id, Ade mengatakan, pertemuan dilangsungkan dengan penuh gelak tawa. Ade menerima pertemuan ini dengan menjelaskan makna di belakang kalimatnya ‘azan tidak suci’.

“Babe Damin sama sekali tidak tampak menakutkan. Dia justru mengakui bahwa dia sendiri sebenarnya tidak rajin salat lima waktu. Dia semula dulu pemabuk dan penjudi, dan baru belakangan hijrah menjadi muslim yang lebih baik.” kata Ade.

“ Dia mengakui, pemahamannya soal Islam masih terbatas. Tapi kalau Islam sampai diserang, tentu dia akan bertindak. Dia mengakui bahwa pernyataan saya yang dipersoalkan itu tidak melanggar hukum dan juga tidak bertentangan dengan Alquran. Tapi dia meminta saya untuk lebih berhati-hati kalau bicara di depan publik,” sambung Ade lagi.

Dengan bergulirnya pertemuan ini, Ade merasa senang. Memang, inisiatif Ketua Jajaka Nusantara Babe Damin Sada, kata Ade, mengajarkan umat Islam tidak mudah melakukan aksi kekerasan hanya karena perbedaan pendapat. Dia mengatakan, tidak akan menyerang Islam oleh sebab dirinya juga mencintai Islam. “Saya berterima kasih dengan tegurannya itu,” ujarnya.

Ade mengatakan, pertemuan yang ditemani dua orang temannya dan Damin Sada juga ditemani dua temannya sangat cair, bersahabat, bahkan penuh tawa. “Saya terharu ketika salah seorang teman Babe Damin yang turut hadir dalam acara itu justru menyatakan, ‘Kita butuh lebih banyak tokoh Islam seperti Bang Ade Armando ini.’ Kalau saja kita bisa berkomunikasi terus seperti yang dilakukan Damin dan saya, Insya Allah Indonesia akan semakin baik,” tutur Ade yang mantan jurnalis ini. hud, rol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.