JAKARTA | duta.co – Ini bukti kata-kata Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno sering “digoreng” untuk menyerangnya balik. Salah satunya soal membangun tol tanpa utang. Prabowo-Sandi memang merasa wajib mengkritisi program Jokowi terkait infrastruktur yang digeber di mana-mana, khususnya pembangunan jalan tol, yang hanya dinikmati segelintir orang kaya saja, sementara banyak rakyat menderita karena harga kebutuhan pokok naik, tarif listrik naik, BBM naik. Lebih dari itu pembangunan jalan tol disebut-sebut dibiayai dengan utang luar negeri.
Dari sini Sandiaga Uno selaku calon wakil presiden memberi pernyataan bahwa dia bisa membangun tol tanpa utang. Yang dimaksud Sandi adalah posisi dirinya bila memegang amanah menjadi wakil presiden. Mengendalikan Pemerintahan.
Saat Prabowo-Sandi diberi amanah oleh rakyat menjadi Presiden dan Wakil Presiden kelak, keduanya bisa membangun tol tanpa negara harus berutang ke luar negeri. Tanpa membebani APBN.
Namun ide Sandiaga itu dipelintir dengan membeber data sindikasi investor Tol Cipali yang memang melibatkan investasi asing. Siapa yang sengaja memelintir kata-kata Sandi? Tentu saja pihak lawan atau yang tidak suka Prabowo-Sandi menjadi pemimpin negeri ini dan mewujudkan program tanpa utang itu.
Karena itu Sandi pun kembali menjelaskan pernyataannya terkait proyek Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dibangun tanpa utang. Dia mengatakan, ‘tanpa utang’ yang dimaksud adalah tidak menggunakan pembiayaan dari APBN.
“(Maksudnya) Tidak membebani utang negara, tidak menambah utang pemerintah, tidak memakai APBN,” ujar Sandiaga di Kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (3/1/2019).
Sandiaga menjelaskan, pembangunan Tol Cipali tersebut murni menggunakan pendanaan swasta. Pemerintah menggunakan pola kemitraan dengan badan usaha atau swasta, yakni PT Lintas Marga Sedaya untuk membangun tol sepanjang 116 km itu.
LMS merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhard 55% dan PT Bashkara Utama Sedaya (BUS) sebanyak 45%. Sementara, BUS merupakan konsorsium terdiri dari PT Interra Indo Resources, PT Bukaka Teknik Utama, dan PT Baskhara Lokabuana.
Interra Indo Resources merupakan anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) di mana Sandiaga memegang sebagian saham perusahaan tersebut. Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Sandiaga masih memegang saham sekitar 24%.
“Cipali itu murni swasta. Pemerintah hanya menyediakan kemitraannya dalam bentuk tanah. Semua keuangannya di-handle oleh swasta. Ya mungkin untuk yang nggak mendalami ekonomi agak susah menangkap ini,” katanya.
Sandiaga menilai, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sistem pendanaan seperti Tol Cipali tidak diprioritaskan. Oleh sebab itu, dia bersama Prabowo Subianto jika terpilih kelak akan mengutamakan sistem pendanaan pembangunan infrastruktur dengan tanpa membebani negara.
“Opsi itu tidak diutamakan untuk pemerintahan sekarang di bawah pemerintahan Prabowo-Sandiaga kita akan utamakan sehingga lebih banyak dunia usaha yang bergerak. Karena 90 persen di ekonomi kita itu di luar pemerintah. Itu adalah digerakkan oleh ekonomi swasta dan di luar pemerintah itu yang akan kita dorong ke depan,” ujar Sandiaga.
Sandiaga lantas mencontohkan pembangunan enam ruas tol dalam kota yang digagas Pemerintah DKI Jakarta. Dia mengatakan, proyek itu dibangun juga tanpa utang.
“Tol enam ruas di dalam kota juga tidak membebani utang negara itu yang kemarin digagas oleh pemerintahan DKI yang diteruskan oleh pemerintahan Anies dan saya. Itu juga nggak membebani,” pungkasnya.
Dikutip dari detik.com, kubu Jokowi melalui Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan ucapan Sandiaga Uno yang tidak konsisten menyebut pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dibangun tanpa utang. Inas menilai Sandiaga seperti tidak memiliki pendirian dengan perkataanya.
“Sandiaga Uno mengatakan bahwa Tol Cipali dibangun tanpa utang, lalu dibongkar deh pernyataan tersebut oleh TKN, eh..ketahuan, ternyata ada 22 sindikasi perbankan yang memberikan pinjaman untuk tol Cipali…. malu kan Sandi?” kata Inas kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).
(hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.