BOJONEGORO | duta.co –  Bojonegoro memiliki potensi besar dalam industri minyak dan gas bumi (Migas). Dan potensi yang bersar itu diharapkan dapat menyejahterakan warganya.

“Butuh bersatu untuk mewujudkan kesejahteraan, ya antara operator dan kontraktor lapangan migas bersama-sama semua komponen  yang terlibat. Ingat  melibatkan warga lokal itu menjadi sangat penting peranannya bagi industri migas,” kata Muh Fauzan, anggota tiga periode di DPRD Bojonegoro, Minggu (25/08/2019).

Menurutnya, satu kata kuncinya dengan adanya bersatunya warga lokal, diharapkan mereka yang bertempat tinggal di dekat lokasi industri migas mampu meningkatkan harkat ekonominya, menciptakan citra daerah, menciptakan kesan marketing.

“Tentu tidak hanya sebagai pekerja. Tapi menjadi bola salju multi efek adanya industri Migas dan produk kreatif secara bersama-sama,” terangnya.

Ketua Nahdhatul Ulama (NU) Kecamatan Ngasem itu mencontohkan warga lokal dapat membuka usaha warung makan, pemondokan, parkiran dan usaha kecil lainnya untuk melayani aktifitas dari Industri Migas. Untuk warga lokal yang memiliki kemampuan, juga dapat terlibat dalam pengadaan dan perlu modal kuat misalnya, pengadaan barang dan jasa yang hi-tech. Penyewaan alat alat berat dan persewaan kendaraan lengkap dengan support, bengkel beserta mekaniknya.

Fauzan mengatakan, melibatkan warga lokal dengan segala potensinya merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengusaha dan warga lokal.

“Harus ada sinkronisasi yang sinergis antara elemen tersebut untuk menjalankan aktifitas di industri Migas. Tentunya pemerintah juga harus benar-benar membuat regulasi yang benar bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar industri Migas,” tegasnya.

Diakhir wawancara, Fauzan mengkritisi tentang bagaimana penggunaan fasilitas akomodasi atau hotel untuk pegawai senior dan asing.

“Apakah sudah ada deal dengan hotel di Bojonegoro atau akan lari ke Cepu Jateng, Ini akan menjadi penting terhadap kegiatan bisnis di Bojonegoro. Sekaligus untuk pekerjaan yang beresiko rendah dan modal relatif kecil, harus diberikan kepada rekanan lokal, yang penting pembayaran tagihan harus lancar. Untuk yang beresiko tinggi dan perlu modal besar bisa diberikan kepada rekanan menengah. Tetapi tetap menggandeng rekanan lokal,” tegasnya.

Dijelaskannya, dirinya mengapresiasi PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku kontraktor Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC) yang telah berbuat terbaik untuk Bojonegoro. rno

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry