Ada Misi Laskar Joko Tole Jegal Persik Kediri? No Live No Bagas

1892

KEDIRI|duta.co, Bertengger di puncak klasemen sementara Liga II Wilayah Timur, beban berat dipikul anak asuh Coach Budiarjo Thalib saat dijamu Laskar Joko Tole, Madura FC di Stadion Ahmad Yani Sumenep, sore ini. Kabar teranyar, setelah jadwal diajukan sehari, pertandingan nanti diprediksi berlangsung seru, tidak akan disiarkan langsung. Kemudian kondisi terbaru striker Macan Putih Septian Satria Bagaskara mengalami demam.

Bagi sosok Coach Budi Jo, sapaan akrab Pelatih Kepala Persik Kediri, kemenangan pada pertandingan kali ini merupakan harga diri. Meski sejumlah pemain terkena akumulasi kartu dan kondisi Bagas tiba-tiba drop, namun menurutnya tidak ada pilihan kecuali curi poin di Bumi Keris.

Data Pertandingan Terakhir Madura FC dan Persik Kediri (istimewa/duta.co)

“Bagas masih demam terkena radang tenggorokan, kami masih tunggu kabar dari tim medis. Kami datangkan mendadak Rudy Foler kesini yang awalnya tidak kami bawa saat away ke Sumenep. Tuan rumah jelas akan memberikan perlawanan apalagi usai kalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0,” jelas Coach Budi Jo.

Terkait batalnya siaran langsung. dibenarkan Manager Persik, Benny ‘Romeo’ Kurniawan. Namun dirinya yakin, jika timnya mampu mencuri poin saat laga away ini. “Awalnya jadwal pertandingan diajukan karena live di tv nasional, namun kemudian tadi malam ada kabar pembatalan. Tapi saya minta anak-anak percaya diri dan ikuti instruksi pelatih,” ucap Manager Persik dikonfirmasi Jumat pagi.

Sama-sama memiliki kekuatan merata di semua lini, pertarungan pada lini tengah dipastikan terjadi perebutan sengit. Faris Aditama dkk harus mampu mewaspadai second striker dan setiap pemain Madura FC yang masuk ke jantung pertahanan. Berdasarkan catatan pertandingan, Eduard Tjong membebaskan setiap pemainnya untuk mencetak gol.

“Saya pelajari video pertandingan mereka, pergerakan semua pemain masuk jantung pertahanan akan kita waspadai. Gol yang dicetak Eeng Supriyadi atau Joko Prayitno itu karena lemahnya pertahanan PSIM. Saya minta anak-anak menutup semua pergerakan pemain Madura dan memutuskan aliran bola,” terang Budiarjo Thalib. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry