Emil Elestianto Dardak saat menyaksikan pertandingan Beach Soccer atau sepak bola pantai di Pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek. (DUTA.CO/HAMZAH)

TRENGGALEK | duta.co – Teroboson baru di bidang kepariwisataan kini dimunculkan dari Kabupaten Trenggalek. Sepak bola pantai atau Beach Soccer digelar di pinggiran pantai Prigi Kecamatan Watulimo sebagai upaya menambah anjungan yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Pantai Prigi.

Jenis olahraga rekreasi yang telah lama berkembang di dunia ini tergolong masih baru di khazanah pariwisata, utamanya di Pulau Jawa dan Kabupaten Trenggalek mengawali dengan menggelar event yang diikuti 44 klub di wilayah Tulungagung, Blitar, Kediri, Ponoro, Madiun dan Trenggalek sendiri.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, event yang digelar Komunitas Pemuda Prigi itu menjadi terobosan dalam menarik minat kedatangan wisatawan di Trenggalek. Selain tempat yang memadai, anjungan beach soccer persis di samping panggung 360 dan deretan Kafe Kontainer.

“Sebaiknya kita memang berinovasi untuk memajukan pariwisata kita yang ada di Jatim agar mampu menambah daya tariknya,” katanya, Sabtu, (24/2/2018).

Dikatakannya, bisa jadi event yang digelar pemuda setempat akan menjadi embrio event besar di dunia olahraga rekreasi dalam memajukan cabang olahraga ini.

“Bisa saja ini akan menjadi embrio untuk menggalakkan olahraga rekreasi di Jatim,” jelasnya.

Di sisi lain, event ini bisa menjadi pengembangan perekonomian kawasan pesisir selatan yang menjadi gagasan Bupati Trenggalek yang kini berstatus cuti itu. Karena dengan kesiapan yang dilakukannya untuk membedah kawasan yang masih dinilai tertinggal dengan pesisir utara Jawa ini.

“Diakui atau tidak ketertinggalan daerah pesisir Jawa di selatan dengan yang utara terjadi nyata, maka itu kita harus bangkit,” ungkapnya.

Sementara, Anjar, Ketua Paniti Beach Soccer Prigi 2018 mengutarakan, kehendak hati yang kuat akhirnya bisa menggelar event yang tergolong masih baru dilakukan di pesisir pantai di wilayah selatan Jatim ini. Hal itu tentunya diharap akan ada penambahan rating kunjungan wisata di daerahnya.

“Kita menyadari ketertarikan wisatawan penting dilakukan tentunya tidak saja menunggu uluran tangan pemerintah, namun dimulai dari masyarakat sekitar yang mengambil inisiatif terlebih dulu agar benar-benar sesuai kerifan lokal kita,” pungkasnya. (ham) 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.