
SURABAYA | duta.co – Menarik! Banyak tokoh atau pahlawan nasional yang diperankan mahasiswa UNESA (Universitas Negeri Surabaya) dalam Pameran Surabaya City Of Heroes – Prodi SI Pendidikan Sejarah 2025, Spesial FISPOL Action Week 2025 yang, dibuka Rabu, berakhir Kamis (25/9) hari ini di Kampus FISIP UNESA Jalan Ketintang Surabaya.
Selain ada sosok Bung Tomo, KH Wahid Hasyim, tokoh muda NU yang berjasa dalam menata pondasi kebangsaan, ada juga pahlawan Pattimura, pemantik Perang Pattimura yang terjadi saat VOC sedang menguasai Maluku. Ada juga Ibu Tien Soeharto.
“Bagus. Mendem jero mikul dhuwur, menjunjung tinggi kebaikan dan jasa, serta menutupi atau memendam rapat-rapat aib dan kekurangan. Ada Ibu Tien Soeharto,” celetuk pengunjung pameran saat menyaksikan foto Ibu Siti Hartinah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Tien, istri Presiden Indonesia kedua, Jenderal Besar (Purn) HM Soeharto.
Mahasiswa juga memerankan sosok Bu Dar “Mortir” yang punya nama asli Dariyah. Ialah pemudi keturunan Arab yang mendapat sematan kata ‘Mortir’ di belakang. Ini bermula dari proses pengambilan ransum makanan yang kadang tidak tertib karena perang. Ketika itulah Bu Dar akan melempar kunyahan daun sirih dan susur (tembakau) kepada prajurit yang bandel.
Kunyahan sirih dan susur yang dilempar itu bentuknya bulat, seperti mortir. Bu Dar juga pernah menukar perhiasannya seberat 100 gram dengan bahan makanan agar bisa menyediakan makanan bagi para pejuang yang mundur ke Jombang. “Ini kita perjuangkan untuk menjadi pahlawan Nasional,” demikia salah seorang dosen Sejarah UNESA kepada duta.co.
Du Bar ‘Mortir’ juga tergabung dalam Pemuda Putri Republik Indonesia (PPRI). Ia juga menyerukan, “Saudari-saudariku golongan Arab, bantulah perjuangan saudara Indonesia. Jika pemuda Arab sudah membantu perjuangan pemuda Indonesia, maka putri Arab sudah semestinya membantu putri Indonesia dengan menggabungkan diri di PPRI, Pemuda Putri Republik Indonesia. Oleh karena kita lahir di Indonesia, hidup di Indonesia, menghirup hawa Indonesia, mungkin juga kita mati dikubur di bumi Indonesia, maka putri Arab sudah seharusnya dengan sungguh-sungguh membantu bangsa Indonesia, baik berupa harta, maupun benda, dan lain-lainnya.”
Hadir dalam pembukaan pameran oleh Wakil Dekan FISIPOL Unesa Dr Harmanto, SPd, MPd adalah HM Bambang Sulistomo, SIP, MSi (putra Bung Tomo), Kaprodi Pendidikan Sejarah Prof Dr Wisnu MHum, Kepala Lab Rumah Sejarah Unesa, Dr Izzatul Fajriyah MPd, Koord Lab Unesa Satria Putra Abimanyu serta Ketua Pelaksana Bagus Aprilian Putra dan sejumah pimpinan Museum di Surabaya. (mky)





































