CABUP : Slamet Budiono, Wadir Umum dan SDM, PT. Gudang Garam .Tbk (istimewa)

KEDIRI | duta.co — Meski mendapatkan polling tertinggi, plus dukungan partai sebagai Calon Bupati Kediri, dalam perhelatan Pilkada Serentak yang akan digelar tahun depan, namun Wakil Direktur Bidang Umum dan SDM PT Gudang Garam Tbk Kediri, Slamet Budiono, dikabarkan tidak akan maju.

Padahal, Pak SB, demikian ia akrab dipanggil, diyakini bisa membuat Kediri lebih moncer. Di samping itu, Pak SB adalah sosok yang mampu mengimbangi dominasi partai politik penguasa.

Di Kediri, PDIP memiliki cukup kursi, tidak perlu melakukan koalisi dengan parpol lain. Tetapi, partai besar diyakini bisa ‘babak belur’ jika berhadapan dengan sosok yang menjadi idola rakyat.

Begitu juga dengan PKB, dikabarkan hasil Pilkada Serentak tahun ini mendapatkan 10 kursi dan cukup untuk mengusung calon tanpa koalisi. Namun, seiring mundurnya Pak SB, lelaki dikenal hoby adventure ini, maka bisa dipastikan jago partai banteng moncong putih kembali merajai perebutan jabatan Bupati Kediri selama 5 periode berturut-turut.

Benarkah Pak SB hilang semangat?  “Bapak memang berencana mundur dan berpikir ulang untuk maju dalam bursa Pilkada tahun depan. Atas kesibukan pekerjaaan di perusahaan, selain ingin fokus ibadah, beliau justru ingin menghabiskan waktu senggangnya bersama keluarga dan berbagi kebahagiaan bersama warga kurang mampu di Kediri,” jelas sumber duta.co minta dirahasiakan identitasnya.

Beberapa kali dikonfirmasi, akhirnya terjawab, Pak SB membenarkan jika dirinya saat ini tengah sibuk dengan pekerjaan perusahaan termasuk proyek pembangunan bandara di wilayah Tarokan, Kabupaten Kediri.

“Ngaputen njih, saya sangat sibuk dan hari-hari ini banyak pekerjaan harus segera diselesaikan. Subhanalloh, saya juga kaget, ada satu media polling yang menempatkan saya sebagai urutan pertama,” ucap Pak SB.

Memang belakangan banyak perubahan pada diri Pak SB, selain lebih enerjik dalam bekerja, waktunya juga dihabiskan untuk beribadah serta menggelar kegiatan sosial kepada warga yang kurang mampu. Atas kemundurannya dalam bursa calon bupati, menjadikan sejumlah aktivis, relawan hingga sejumlah ulama bertanya-tanya.

“Rakyat Kediri ingin ada perubahan Pilkada mendatang. Kalau benar kabar beliau tidak ada semangat lagi, ini patut dipertanyakan. Ada apa?,” demikian sumber duta.co yang lain. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.