MUNAFIK : Kegiatan Salat Malam di Masjid Jami’ Ubaidillah Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten pada Senin dini hari (istimewa / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Dihadapan jamaah Masjid Jami’ Ubaidillah berada di Dusun Ploso Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten pada Senin (11/11) dini hari, saat memberikan siraman rohani di atas mimbar. Mantan Bupati dua periode yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri menyatakan jika dirinya difitnah oleh partai. Dia kembali menegaskan bahwa kegiatan salat malam ini tidak menggunakan anggaran bersumberkan APBD dan dirinya tidak menerima gaji sepeserpun.

“Saya sudah saya jalani 15 tahun ini Salat Tahajud, tujuannya untuk memperjuangkan cinta ke Gusti Alloh. Agar selalu harus diberi kesehatan. Kita harus kehilangan tenaga, kehilangan waktu dan kehilangan rejeki. Ini saja saya keliling, saya diberi HR (haji, red) tidak mau. Ini saya berdiri di imaman. Namun difitnah pemerintah telah memberikan HR dan memberikan anggaran untuk saya,” ucap Sutrisno.

Dia mengaku bahwa selama menjalankan kegiatan ini, tidak pernah meminta atau menerima gaji bersumberkan APBD. Juga kegiatan yang dijalankan ini bukan merupakan kegiatan yang dibiayai oleh uang rakyat. “Seperti acara Malam Jumat di Pendopo, semua tagihan saya mintakan ke perusahaan,” ungkapnya, saat usai Salat Malam di Musala Al Iklas Desa Bendo Kecamatan Pagu lalu.

Masih kata Sutrisno di atas mimbar, dia kemudian mendoakan agar dosa yang mefitnahnya bertumpuk-tumpuk. “Kok manusia malah mendahulukan kepentingan partai, harusnya mendahulukan kebutuhan kepada Alloh .SWT. Jadi siapa yang bertakwa akan diberi kebahagiaan dunia dan akherat,” kata Sutrino dalam khotbahnya.

Dia pun kemudian mengucapkan, tak bisa membayangkan jika di wilayah Plosoklaten usai pilihan Kades. Ada sejumlah kades tidak mau menggerakkan warganya untuk salat malam. “Saya tidak bisa bayangkan bila kades di Plosoklaten ini, tidak mau menggerakkan warganya untuk mengikuti Salat Tahajud. Lalu Tahun 2020 nanti, bupatinya juga tidak mau mengajak warganya,” ucapnya.

Tentunya, lanjut Sutrisno akan terjadi musibah bagi warga di Kabupaten Kediri dan sebenarnya dirinya tidak usah datang Salat Tahajud, bisa dilakukan di rumah. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry