SMADA : Roy Kurnia Irawan, Ketua Bidang Investigasi Gerakan Nasional Pemberantasan (GNPK) Propinsi Jawa Timur saat bertemu Kepala TU SMADA, Kiswo (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Isu tak sedap menerpa SMA Negeri 2 Kota Kediri, dimana siswa selama ini berprestasi namun dari keluarga tidak mampu diganjal kesempatan masuk perguruan tinggi favorit. Hal ini terkait program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021, yang mulai dibuka hari ini (15/02) hingga 24 Februari 2021. Dari sejumlah sumber wali murid, keberadaan siswa berprestasi ini tergeser dari siswa merupakan siswa keluarga guru, komite sekolah dan wali murid berduit.

Beberapa wali murid mengeluhkan bahwa anaknya akan tergeser masuk perguruan tinggi dengan anak dari keluarga guru, komite sekolah serta orang tua yang berduit. Dikabarkan pada Senin pagi, sejumlah orang tua siswa ini mendatangi sekolah favorit di Kota Kediri berada di Jl. Veteran nomor 7 Kota Kediri. Hendak dikonfirmasi kepala sekolah, Sony Tataq, didapat keterangan dari Kepala TU, Kiswo bila sedang berada di luar kota. “Bapak sedang keluar kota, nanti kami sampaikan,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dari M. Shokib didapat keterangan bahwa selama ini pihak sekolah telah melakukan sosialisasi atas program minat bakat ini. Semua siswa diberi kesempatan yang sama dan dirinya mengaku belum mengetahui bila kemudian terdapat dugaan permainan. “Saya malah tidak tahu bila ada informasi tersebut, pihak sekolah telah memberikan sosialisasi dan saya kira semua siswa memiliki hak yang sama,” ungkap Shokib, sehari – seharinya menjabat Kapolsek Grogol.

Cabang Dinas Turun Tangan

SMADA : Suasana SMA Negeri 2 Kota Kediri (Nanang .P Basuki/duta.co)

Bila kemudian ternyata terjadi, Sumiarso selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Kediri menyatakan siap melakukan tindakan tegas. “Saya justru baru menerima kabar ini. Terima kasih informasinya dan akan kami tindaklanjuti berupa tindakan tegas bila ini terjadi,” ucapnya. Kegelisahan para wali murid dan siswa ini, berawal setelah menerima informasi melalui aplikasi whatsapp.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Mohon maaf ibu bpk atas ketidaknyamaanya sehingga saya selaku  kepala sma2  kurang cepat  memberikan layanan terbaik kepada bapak ibu semua, saya sudah memberikan arahan kepada tim untuk melaksanakan penetapan siswa eligibel sesuai jadwal tgl 8 februari , karena setelah  pukul 15.00 wib system tertutup, sehingga baru tgl 15, siswa eligibel tersebut untuk melihat lolos atau tidaknya siswa ybs, hal tersebut sesuai jadwal yang tertera pada laman ltmpt.

Kami siap untuk memberikan layanan konsultasi tentang perguruan tinggi melalui waka kesiswaan dan tim BK. Jika ada permasalahan, untuk segera menghubingi tim tersebut diatas, sehingga tidak ada yang terlewat sesuai jadwal.

Sekali lagi mohon maaf atas segala keterlambatan ini. Saya selalu mendoakan agar putra putri kita selalu dimudahkan semua urusannya oleh Alloh dan juga kesuksesan dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi

“Terimakasih infonya dan tadi sudah kita cek, agar transparan dan responsif. Sehingga tidak terjadi miss komunikasi dan selanjutnya kita lakukan pendampingan karena masuk PTN ada beberapa jalur selain jalur SNMPTN,” imbuh Sumiarso. Sungguh ironi, bila dunia pendidikan dibuat permainan sejumlah oknum pejabat, orang tua berduit bahkan hingga melibatkan pihak sekolah. Dimana siswa berprestasi namun dari keluarga tidak mampu, kemudian dibatasi hak untuk mendapatkan ilmu sesuai kemampuannya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry