Ketua STIE Malangkucecwara, Ibu Dahniar menyerahkan bantuan 5 ribu hand sanitizer dan masker kepada Kepala BPBD Kota Malang, didampingi Ketua Komisi D DPRD Kota Malang.

MALANG | duta.co – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara (ABM) peduli pandemi Covid-19. Kampus sejuk ini merasa terpanggil menyelamatkan bangsa ini dengan menyumbangkan 5 ribu hand sanitizer dan masker untuk dibagikan ke masyarakat.

Pembantu Ketua (Puket) III ABM, Dr Kadarusman Ak MM CA mengatakan, ini merupakan bentuk partisipasi STIE Malangkucecwara dalam membantu pemerintah keluar dari pandemi. Kampus ini sendiri sudah mempersiapkan matang adaptasi kebiasaan baru, termasuk dalam kuliah tatap muka dan wisuda luring.

Pembantu Ketua (Puket) III ABM, Dr Kadarusman Ak MM CA, saat menyampaikan sambutan.

“Termasuk memvaksin tuntas sampai tahap dua, seluruh karyawan dan dosen STIE Malangkucecwara yang berjumlah 220 orang,” ungkap Kadarusman, Kamis (25/03).

Bahkan, imbuhya, seluruh gedung dan ruangan telah rutin disterilisasi dua hari sekali. Pasalnya, tiba-tiba beberapa mahasiswa ke kampus untuk mengurus adminitrasi maupun konsultasi. Pihak kampus ABM pun memberi rasa aman dengan rutin penyemprotan serta memvaksin seluruh karyawan dan dosennya.

Pembantu Ketua (Puket) III ABM, Dr Kadarusman Ak MM CA, didampingi Kabag Humas ABM – STIE Malangkucecwara, Benita Rachmaniah SE MM, saat diwawancarai awak media.

Team ABM Covid Busters, memang sengaja menggelar give-away 5 ribu paket hand sanitizer dan masker. Lantaran dalam rangka HUT ke 50 kampus ini. Selanjutnya bantuan ini diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. BPBD akan menyalurkan masker itu kepada 5 kecamatan yang ada di Kota Malang.

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto mengatakan, meski pandemi Covid-19 nantinya bakal berakhir, kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan tetap harus dijalankan. Ini semua berkaitan dengan pelaksanaan 5 M. Ia pun mengingatkan istilah Akbar (Adaptasi Kebiasaan Baru).

Sementara itu, Ketua komisi D DPRD Kota Malang, Wanedi mengungkapkan pemerintahan harus bisa terus memberikan kesadaran kepada masyarakat. Menurutnya, adaptasi kebiasaan baru merupakan hal positif demi menghindari penularan Covid-19. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry