Mahasiswa STIE Malangkucecwara atau ABM ini lolos seleksi unt program Falls Japanese Language Course.

MALANG | duta.co – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara atau ABM Malang sukses kirim mahasiswanya ke Kanda University, Jepang. Program ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan mengenai Merdeka Belajar serta program Kampus Merdeka (MBKM).

Seperti yang disampaikan Kepala Urusan Internasional ABM Malang, Ir Dwinita Ariyani MM PhD, bahwa empat mahasiswa kampus ini lolos seleksi dalam online program Fall Japanese Languange Course yang di Kanda University, Jepang. Program ini akan dimulai pada September 2021. Dimana pada tahap awal penjaringan ada 15 kandidat hingga kemudian lolos empat mahasiswa saja.

“Kami sudah meloloskan empat kali untuk mendapat program istimewa dari Kanda University ini,” ungkap Dwi Nita, Selasa (10/8/2021).

Sejatinya kampus ABM ini telah lama menerapkan MBKM, yang sebelumnya ada satu mahasiswa kampus ini menyelesaikan pembelajaran bahasa Jepang saat periode Spring. Atas nama Fitriana yang sudah menyelesaikan satu semester di sana dan dapat IPK 4 atau A+.

Tak mudah untuk lolos mendapatkan program belajar ke Jepang ini, seperti yang dikatakan
Nur Rofiq. Ia mengaku sudah empat kali ikut seleksi program Kanda, namun baru bisa lolos tahun ini. Padahal sebelumnya ia telah mendapat dasar bahasa Jepang saat di bangku SMA.

Nur Rofiq bersama tiga mahasiswa ABM lainnya, yakni Okkitasha Hidayat, Ananda Mayangsari dan Aisyah Novitasari akan mempelajari bahasa, budaya dan bisnis Jepang selama satu semester.

Mereka akan menempuh mata kuliah, Interaction with Japanese, Pronunciation, Self Direction Learning, Reading and Listening, Introduction to Japanese Society dan Culture Young Japanese People.

Keempat mahasiswa dari Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi ini akan mengikuti perkuliahan yang dilakukan dengan memakai bahasa Jepang penuh. Serta mata kuliah yang sudah ditempuh akan dapat dikonversikan ke sistem kredit semester yang ada.

Namun lantaran pandemi, keempat mahasiswa ini tak dapat terbang ke Negeri Sakura. Hingga terpaksa mereka menempuh program bergengsi ini secara daring. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry