JAKARTA | duta.co – Sejumlah ulama menjadi korban hinaan, bully, dan sasaran hoax. Apalagi di tahun politik sekarang ini. Begitu pula pemimpin yang komitmen memperjuangkan syariat Islam, selalu menjadi korban penebar hoax dan tukang bully tersebut. Siapa pelakunya? Sudah dipastikan mereka adalah musuh Islam.
Yang pernah menjadi korban bully antara lain KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Karena itu saat memberi taushiyah pada acara nikah massal yang diselenggarakan Pemprov DKI, Aa Gym pun memberikan nasihat kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menghadapi kritik.
Anies dikenal sebagai pemimpin yang berusaha menegakkan syariat Islam. Tempat maksiat disikat. Reklamasi yang tidak pro-rakyat dan hanya dinikmati segelintir orang kaya saja dibatalkan.
Bukan hanya sering dikecam, tapi juga diabaikan oleh media. Aa Gym prihatin program Anies yang berhasil dan pro-rakyat tidak diliput media massa. Sangat berbeda dengan program pendahulunya yang banjir liputan media.
Awalnya Aa Gym memberikan lima tips untuk mengarungi rumah tangga. Kemudian Aa Gym menyinggung pengalamannya pernah di-bully selama tujuh tahun. Aa Gym tidak memperjelas alasan dirinya di-bully. Dia hanya mengaku sudah menjalankan apa yang sesuai dengan norma agama dan negara.
“Rahasia supaya nggak sakit hati kalau kita dihina orang, nih, Pak Anies mungkin belum nyobain. Padahal apa salah saya, sah menurut agama, sah menurut negara, tetap saja di-bully 7 tahun ini,” kata Aa Gym di Park and Ride, Jalan MH Thamrin Nomor 10, Jakarta Pusat, Senin (31/12/2018) malam.
Aa Gym mengingatkan Anies agar berbuat segala sesuatu dengan ikhlas. “Ini rahasianya. Ada orang, tak ada orang, Allah ada atau tidak? Orang tahu, orang tak tahu, Allah tahu atau tidak? Orang lihat, orang tak lihat, Allah lihat atau tidak?” ucapnya.
Aa Gym mengatakan, dengan mengingat Allah, Anies akan mudah menjalankan pemerintahan. Aa Gym meminta Anies tidak kecewa saat tak ada media yang meliput kegiatannya.
“Apa yang Allah berikan, pasti ketemu. Jadi asyik saja. Lakukan, lupakan, lakukan lupakan. Tenang, nggak ada yang meleset. Masyaallah, nikmat tidak diliput media, berarti lebih utuh. Dalam pandangan Allah, nggak ada perbedaan,” katanya. Anies hanya tersenyum mendengar nasihat tersebut.
Anies Baswedan memang menjadi saksi nikah massal yang diselenggarakan Pemprov DKI pada malam menjelang tahun baru 2019. Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik sempat mendampingi Anies ke acara tersebut. Namun setelah itu tak tampak lagi.
Anies mengatakan malam itu akan menjadi malam yang berkesan bagi semua pasangan yang hadir.
“Bagi sebagian warga Jakarta, malam hari ini juga menjadi malam yang mengesankan. Karena bagi para pasangan calon suami calon istri, setiap pergantian tahun akan dirayakan sebagai hari pernikahan,” kata Anies.
Anies berharap nikah massal akan menjadi tradisi rutin Pemprov menyambut tahun baru. Dia optimistis, bila nikah massal menjadi tradisi, akan diapresiasi positif oleh warga.
“Insyaallah nanti ini akan menjadi bagian dari tradisi baru dalam merayakan tahun baru di Jakarta. Kita menyelenggarakan malam tahun baru untuk mensyukuri apa yang sudah dicapai tahun ini sekaligus meniatkan untuk bisa lebih baik,” jelas Anies.
Dalam nikah massal tersebut, masing-masing pasangan mendapat mahar Rp 500 ribu. Pasangan tertua berasal dari Jakarta Pusat atas nama S Mardianto (76) dan Satinah P (65). Pasangan termuda juga dari Jakarta Pusat, yakni Jimmy AL (19) dan Rizka F Hanif P (19). (dt/hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.