MALANG | duta.co – Sampai saat ini belum ada pandangan pasangan Capres-Cawapres dalam membangun ekonomi Indonesia ke depan. Yang ada masih sekedar tahu-tempe. Yang satu menawarkan menu tempe, satunya menu tahu. Celakanya dua-duanya kedelai impor.

“Padahal kita harus meningkatkan menu menjadi ayam atau steak di meja makan rakyat,” demikian disampaikan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli (RR) di acara Halaqah Ekonomi bertajuk ‘Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur’ Kamis (31/01/2019) di hotel Atria, Malang.

Menurut Rizal, problem serius bangsa ini adalah impor pangan. Masalah bangsa saat ini adalah impor. Oleh karena itu, dalam kesempatan 3 bulan sebelum tanggal 17 April, secara pribadi ia terus mendorong kedua pasangan capres, Jokowi dan Prabowo, untuk memberi gagasan mereka terhadap masa depan negara agraria ini dalam menghadapi masalah impor pangan.

“Ini masalah serius. Kita akan dorong kedua pasangan untuk menyatakan soal masalah itu (impor pangan),” jelas Rizal di hadapan awak media.

Masih menurut Rizal, untuk mengetahui gagasan dalam impor pangan itu, dirinya telah bertanya ke masing-masing capres. Kepada Prabowo dan Jokowi, Rizal bertanya bagaimana kalau menang dalam ajang demokrasi 5 tahunan itu, apakah masih akan impor pangan?

“Mas Prabowo sudah menjawab, katanya; saya selama menjadi tentara juga menjadi ketua Himpunan Tani. Jadi jika saya tidak mengedepankan kedaulatan rakyat saya, itu sama saja menembak kaki saya sendiri,” ujar Rizal menirukan keseriusan Prabowo.

Sementara itu, ia juga melempar tanya ke kubu nomor urut 1 melalui media. Rizal mengatakan bahwa, dirinya sampai saat ini belum mendapat jawaban. “Saya juga tanya dengan hal yang sama ke Presiden Jokowi dan timnya, namun sampa saat ini belum ada jawaban,” jelasnya. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.