SIDOARJO | duta.co – Sebanyak 9 santri TPQ Al-Ikhlas, Minggu (7/6/26) mengikuti ujian Tasmi’ untuk didengarkan hasil belajarnya. Mereka wajib mengikuti ujian atau proses dengan menyetorkan hafalan Alquran, di mana seseorang membacakan hafalannya dari awal hingga akhir (di luar kepala), dan langsung disimak para ustadzah sebagai penguji.

“Dalam praktiknya, saat seorang santri atau penghafal Alquran melakukan tasmi’, mereka diwajibkan untuk tetap membacanya dengan tartil (rapi, tidak tergesa-gesa, dan benar tajwidnya). Prosesi ini penting sekali untuk mengukur kemampuan santri dalam menghafal Alquran,” tegas Ustadz Didik Fanani, MPdI saat menyaksikan jalannya Tasmi’ santri Al Ikhlas, Perum Graha Permata Sidoarjo Indah.

Menurut Ustadz Didik, prosesi ini menjadi tolok ukur, apakah para santri secara empiris ini mampu menghafal dengan baik di depan para guru. Ini perlu untuk menguji kesiapan mereka. “Setelah itu, bagi yang ingin melanjutkan program tahfidz, maka, kita harus siap untuk mengantarkan mereka ke jenjang berikutnya,” tambahnya.

Keeradaan anak-anak ini, lanjutnya, sangat penting dalam regenerasi, terutama dalam perumahan atau kompleks Graha Permata. “Regenerasi ini sangat penting sekali. Memang Allah SWT akan menjaga agama (Islam) ini untuk tetap eksis di muka bumi, tetapi, apakah Graha Permata ikut terjaga atau tidak, ini tergantung kita dalam melakukan regenerasi. InsyaAllah ke depan anak-anak kita, santri TPQ Al-Ikhlas akan tertata lebih bagus lagi,” tambahnya.

Masih kata Ust Didik, ke depan TPQ Al-Ikhlas harus memiliki tradisi tambahan, misalnya, bagaimana anak-anak ini diberi jadwal dua minggu sekali (atau bagaimana) untuk melancarkan hafalan Alquran-nya. Sekarang jumlah yang menguasai hafalan sudah lebih dari cukup. “Mereka sudah bisa membentuk jamiyah Alquran sendiri, tinggal ustadzah dan orangtua memanfaatkan. Rumah-rumah kita supaya tidak sepi dari bacaan Alquran,” urainya.

Hari ini, TPQ Al-Ikhlas menguji 9 santri, masing-masing Muhammad Noor Al Fatih bin Nur Hasan, Shakila Afsheen Myesa Abqariah binti Achmadun, Khidir Shaka al-Saqfi bin Amarhum Agus Hariyanto, Dyandra Raisya Salsabila Hanafi binti David Hanafi, Nurin Aina Hayati binti Andi Hermawan, Adinda Humaira binti Gangsar Sugiarto, Haziqa Najmi Nadira binti Dodo Yusanto Jihan Aqilah Cahaya binti Hariyadi dan Zafran Seno Budi bin Ekhwan Budi Utomo. (net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry