DROPPING: Sekda melepas kendaran tangki air dan siap dibagikan (duta.co/Habib)

PAMEKASAN| duta.co – Pemkab Pamekasan menyalurkan bantua air bersih untuk beberapa desa di pamekasan yang terdampak kekeringan, Senin (5/8).

Pelepasan bantuan air bersih ini di lepas oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut yang diwakili Sekda, Totok Hartono didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akmalul Firdaus.

“Berdasar laporan yang saya terima, wilayah terdampak kekeringan di kabupaten pamekasan meliputi 325 Dusun yang berada di 80 Desa dan tersebar di 11 kecamatan,” ungkap Sekda.

Ditambahkan, dari jumlah tersebut berarti ada perluasan wilayah kekeringan dari tahun sebelumnya yang terdiri dari 310 Dusun dan 78 Desa dan 10 kecamatan.

“Sebagai bagian dari pelayanan kita kepada masyarakat yang mengalami kekeringan. Hari ini, pemkab pamekasan akan melepas 9 kendaraan tangki air untuk melakukan dropping air kesejumlah lokasi yang telah ditentukan,” terang Totok sebelum pelepasan.

“Semoga pelayanan yang kita berikan ini dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Dropping air bersih secara gratis ini setiap tahun ini juga menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah- tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” tambahnya.

Selanjutnya Sekda Totok meminta, berkaitan musim kemarau tahun ini agar Kalaksa BPBD dan OPD terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi terjadinya bencana seperti kebakaran, kekeringan dan angin puyuh

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan menambahkan, pihaknya telah memverifikasi terdampak kekeringan tahun ini terdapat 212.321 jiwa, dari 71.032 KK. “Data sementara terdampak kekeringan itu diperoleh BPBD melalui laporan para camat dan sudah dilakukan verifikasi,” terang Firdaus.

Menurutnya, jenis kekeringan sendiri terbagi 2 jenis, yakni kering langka terdapat di 47 desa, sedangkan kering kritis 33 desa.

“Kering langka karena jarak sumber air dengan rumah penduduk berjarak kurang dari 3 km, sedangkan kering kritis sumber air dari rumah penduduk berjarak 3 km lebih,” pungkasnya. (bib)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.