SURABAYA | duta.co – Sampai besok (Sabtu 28/9/2019) 8 perusahaan dari 599 startup di Taiwan dipamerkan di Grand City Convex di Surabaya. Pameran yang digelar Kamis (26/9) hingga 28 September itu menarik untuk dibuntuti.

8 Perusahaan itu merupakan pilihan Kementerian Pendidikan dari 599 startup di Taiwan. Tim-tim yang bekerja luar biasa, termasuk bidang dalam sistem perangkat lunak (XBEACON), sistem medis (ADVMEDS), pemasaran e-commerce (PICSEE & WAVE), game (YOHO), pengeras suara (TOKU & GAWA), makanan dan bioteknologi (HOMIYA & AGRITECH), menampilkan pencapaian di bidang kewirausahaan dan pelatihan pendidikan tingkat tinggi.

“Tim U-start bertujuan untuk bekerja sama dengan mitra lokal dan mengeksplorasi peluang bisnis di pasar Indonesia. Mitra bisnis di negara-negara ASEAN dipersilakan untuk berpartisipasi. Lima wirausahawan terpilih menyampaikan presentasi tentang hiburan, pemasaran sosial, kesehatan dan pertanian ramah lingkungan, memberi Anda pengalaman baru dan wawasan tentang produk dan layanan inovatif Taiwan,” demikian rilis yang diterima duta.co, Jumat (27/9/2019).

Rencana U-start adalah salah satu Angel Fund kampus pertama di Taiwan. U-start bekerja sama dengan pusat inkubasi di perguruan tinggi dan universitas untuk membantu kaum muda dalam memulai bisnis.

Sejak 2009, telah dipromosikan selama 10 tahun dan membantu lebih dari 2.300 tim pemula. Sebanyak 886 tim startup menerima subsidi, di antaranya 599 perusahaan mapan. Pasar mereka telah berkembang di seluruh Eropa, Amerika, Afrika Selatan, dan Tiongkok. Banyak tim startup U-start yang dibimbing bersinar dari semua lapisan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara ASEAN telah berinvestasi dalam perusahaan rintisan karena perkembangan ekonomi mereka yang cepat dan kebangkitan kelas menengah.

Menurut Laporan Google dan Temasek 2018, ekonomi internet Asia Tenggara mencapai US $ 72 miliar dan akan tumbuh menjadi US $ 200 miliar pada tahun 2025. Indonesia adalah ekonomi internet terbesar dan tercepat di kawasan ini, mencapai US $ 27 miliar pada 2018 dan siap untuk tumbuh menjadi US $ 100 miliar pada tahun 2025. Ada lebih dari 7.000 startup di Asia Tenggara, dan 80% di antaranya berlokasi di Indonesia, Singapura, dan Vietnam; Indonesia menempati urutan pertama di wilayah ini dan ketiga di dunia dengan lebih dari 1.600 perusahaan rintisan (lebih dari 800 perusahaan aktif).

Bisa Bertemu Satu Lawan Satu

Menurut Taiwan Startup Ecosystem Report 2018, ada banyak tim startup luar biasa di Taiwan yang telah menarik perhatian global. Survei ini menunjukkan bahwa alasan utama untuk memulai bisnis meliputi: melihat peluang pasar yang menguntungkan (35%), mengembangkan produk dan layanan yang baik (33%).

Sementara penargetan pasar luar negeri untuk startup Taiwan adalah Tiongkok (55%), Asia Tenggara ( 30%) dan Amerika Serikat dan Kanada (10%). Pengunjung dapat melakukan pertemuan satu lawan satu dengan wirausahawan U-start selama Taiwan Expo 2019 di Indonesia dan mengeksplorasi peluang kerja sama bisnis bersama.

Untuk informasi lebih lanjut tentang startup pemuda yang mengaspirasi atau U-Start Demo Day, silakan hubungi Ms.Jenny Liao (jenny@taitra.org.tw), Manajer Proyek Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan. (rls,zal)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry