Kepala Kemenag Jombang.

JOMBANG | duta.co – Sekitar 752 Koper Calon Jemaah Haji Kabupaten Jombang yang dikumpulkan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Senin (5/5/2025).

Rencananya, koper-koper tersebut akan dikirim ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya satu hari sebelum keberangkatan haji. Proses pengumpulan koper juga dihadiri oleh para CJH dari kelompok terbang (Kloter) 18 dan 19 yang tahun ini dipastikan sudah bisa pergi ke tanah suci.

Sebelum diberangkatkan, petugas Kemenag Jombang melakukan pendataan satu per satu guna memudahkan para jemaah menemukan koper mereka, diberikan tanda seperti gelas, tali, hingga boneka yang diletakkan sendiri oleh para jemaah.

Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, mengatakan, seluruh CJH Kabupaten Jombang kloter 18 dan 19 sudah mulai mengumpulkan koper masing-masing. “Masing-masing kloter terdiri dari 276 jamaah. Saat ini total ada 752 koper yang dikumpulkan,” ucapnya.

Muhajir melanjutkan, untuk total CJH Kabupaten Jombang yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 1.038 orang. Terbagi ke dalam beberapa kloter termasuk kloter 48.

“Ada 7 jemaah haji yang Jombang yang berangkat lebih dulu. Karena gabung dengan kloter 3 dari Kota Kediri,” ujarnya.

Muhajir juga mengingat para jemaah haji, bahwa hanya diperbolehkan membawa barang-barang tertentu saat pengumpulan koper. “Hanya boleh membawa barang bawaan yang berada di tiga tas, yakni tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi,” katanya.

Untuk berat koper, kata pria asal Malang ini, maksimal 32 kilogram. Untuk koper kabin atas tas tenteng maksimal 7 kilogram saat pemberangkatan dimulai. “Saat kembali ke tanah air, untuk koper besar maksimal 32 kilogram dan tas tenteng atau koper kabin maksimal 7 kilogram,” ungkapnya.

Jemaah haji juga tidak diperkenankan membawa barang yang dilarang berada di dalam koper seperti barang mudah pecah, cairan dengan volume melebihi batas maksimal, senjata api, senjata tajam serta power bank di atas 20.00 mAh. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry