Firnanda Erindia, salah satu ketua tim Unusa yang lolos PKM dengan membuat Kerudung khusus pengguna stetoskop 2020 lalu. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2021 sudah dibuka.

Seluruh perguruan tinggi sudah menyiapkan mahasiswanya agar bisa lolos program tersebut, termasuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Unusa sendiri sudah melakukan sosialisasi tentang PKM ini pada mahasiswa sejak tahun lalu untuk bisa ikut serta di 2021 ini. Bahkan, kini sudah ada 750 proposal yang masuk untuk bisa ikut serta di PKM 2021 ini.

Ke-750 proposal ini, dikatakan Direktur Akademik dan Kemahasiswaan, Umdatus Soleha, sudah masuk dalam tahap seleksi. “Seleksi kita ada tiga tahap. Pertama di tingkat prodi (program studi), lalu ke tingkat fakultas, baru setelah itu di tingkat universitas. Saat ini dari 750 proposal, sudah ada 500 yang di-review di tingkat universitas, sisanya masih proses,” ujar Umdatus.

Dengan semakin cepatnya proses seleksi ini, diharapkan proses submit akan lebih mudah dan cepat. “Sekarang baru tahap sosialisasi bagaimana teknisnya dari Dikti. Tapi kita sudah siap jika sewaktu-waktu harus submit,” tandas Umdatus.

Dari 750 proposal itu dengan berbagai macam skema yang sudah ditentukan Ditjen Dikti. Seperti tahun lalu, ada delapan skema yang ditentukan yakni PKM Bidang Penelitian (PKM-P), Bidang Kewirausahaan (PKM-K), Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M), Bidang Penerapan Teknologi (PKM-T), Bidang Karsa Cipta (PKM-KC), GagasanTertulis (PKM-GT), Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK).

Selain itu, kata Umdatus, mahasiswa Unusa sudah diarahkan untuk membuat proposal yang lebih menarik dan kreatif. “Pandemi ini ada banyak hal yang bisa dikembangkan untuk menjadi ide kreatif. Dosen dan mahasiswa harus bersatu agar bisa membuat sesuatu yang wow,” jelasnya.

Karena itu, pihak kampus memberikan berbagai fasilitas agar mahasiswa bisa mengembangkan diri untuk bisa lolos PKM. Bimbingan secara virtual terus dilakukan. Diskusi melalui grup-grup chatting juga terus dilakukan agar mahasiswa memiliki arah menulis proposal yang benar. “Dosen harus benar-benar proaktif dan melayani mahasiswa untuk bimbingan dan berdiskusi,” tandasnya.

Bagi Unusa semakin meningkatnya jumlah proposal yang masuk ke kampus menandakan bahwa mahasiswa Unusa sudah menjadikan menulis sebagai sebuah kebiasaan. Ini sebuah langkah positif untuk mengasah kemampuan softskill.

“Karena menulis proposal itu tidak mudah, bagaimana mereka harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan, itu yang patut kita hargai. Jadi berani  membuat proposal itu sebuah prestasi bagi Unusa,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry