BPJS : Sosialisasi JKN-KIS di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri (duta.co/humas)

KEDIRI | duta.co -Sebanyak 74 orang tenaga honorer di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri ditargetkan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dalam minggu ini.

Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kota Kediri Haris Candra Purnama saat membuka sosialisasi JKN-KIS diselenggarakan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin(04/02/2019).

Dalam acara penyuluhan layanan BPJS Kesehatan, Haris Candra menyampaikan, kepada segenap pegawai honorer yang hadir, saat pendaftaran telah memasuki proses perhitungan dan penghimpunan data. Harapannya, pegawai yang telah melengkapi data dapat terdaftar sebagai peserta di minggu ini.

“Untuk keperluan penghitungan dan pemotongan iuran pertama, gaji bapak dan ibu sementara ditunda karena untukproses pendaftaran. Gaji segera diterima setelah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Makanya diminta membawa persyaratan pendaftaran (KK dan KTP), supaya hari ini penghimpunan datanya selesai. Proses pendaftaran ini kami kebut bersama BPJS Kesehatan” jelas Candra.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, Pemerintah Daerah wajib mendaftarkan tenaga kerja sebagai peserta JKN-KIS, termasuk tenaga non ASN.

“Undang-Undang mengamanatkan agar tenaga kerja didaftarkan, bahkan termasuk keluarganya. Pada lingkungan DIskominfo sendiri ada 74 orang belum termasuk keluarganya,” terang Kepala Diskominfo.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan (PPK) BPJS Kesehatan KC Kediri, Ulan Nahdhiyah menyampaikan bahwa langkah Diskominfo akan diikuti oleh Dinas lain di Kota Kediri.

“Pendaftaran tenaga honorer tidak hanya dilakukan di Diskominfo saja tapi juga akan dilakukan satuan kerja lainnya. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 2.000 orang belum termasuk keluarganya. Kami terus berkoordinasi agar pendaftaran dapat segera diselesaikan. Pemerintah Kota Kediri sudah menganggarkan iurannya, sekarang tinggal pendataan dan tertib administrasinya yang diselesaikan,” ujar Ulan.

Hingga saat ini lebih dari 73 persen masyarakat Kota Kediri telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Kepesertaan tersebut akan terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat atas kebutuhan layanan jaminan kesehatan. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.