
SURABAYA | duta.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur memfasilitasi 72 UMKM binaannya untuk melesat di panggung nasional dan global.
Fasilitas itu melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta.
Sebanyak 17 UMKM binaan hadir langsung memamerkan produknya di JICC, sementara 55 UMKM lainnya berpartisipasi secara pameran daring melalui portal www.karyakreatifindonesia.co.id.
Produk unggulan Jawa Timur yang unjuk gigi meliputi kopi, kriya, fesyen, wastra, hingga pangan olahan. Tak sekadar pameran, para pelaku usaha ini juga dilibatkan aktif dalam business matching pembiayaan dan ekspor.
Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai pilar perekonomian daerah yang kini berjumlah 2,57 juta unit usaha, menyerap 96,3% tenaga kerja, serta menyumbang lebih dari 57% PDRB Jawa Timur.
“Melalui pembinaan intensif pada 67 UMKM unggulan, KPwBI Jawa Timur secara konsisten mendorong akselerasi digitalisasi, perluasan akses pasar, dan kapasitas usaha agar UMKM dapat naik kelas,” ungkap Ibrahim.
KKI 2026—penyelenggaraan ke-11 yang dibuka oleh Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti dan Ketua Dekranas Selvi Gibran Rakabuming—mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan semangat Aceh “Beudaya Meusare Sare” (Berdaya, Bersama-Sama). Ajang ini juga dirancang untuk mendoron9g pemulihan ekonomi wilayah terdampak bencana alam di Sumatera dan NTT.
Pameran ini menghadirkan lebih dari 550 UMKM luring dan 1.300 UMKM daring—meningkat signifikan dari KKI 2025.
Meluncurkan program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, inovasi produk anak muda, serta penerapan prinsip ramah lingkungan KKI Bijak (zero emission dan zero waste).
Ajang ini berkolaborasi dengan 27 Kementerian/Lembaga serta 34 mitra strategis untuk memperkuat ekosistem rantai nilai dan pembiayaan berkelanjutan.
Keikutsertaan UMKM Jawa Timur pada KKI 2026 diharapkan memacu visibilitas produk lokal di pasar global sekaligus memperkuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI). ril/lis






































