UPACARA : Upacara Peringatan HUT ke – 72 Propinsi Jawa Timur di halaman belakang Pemkab Kediri diikuti pejabat dan ratusan karyawan lingkungan Pemkab Kediri (duta.co/Kominfo)

KEDIRI| duta.co -Tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 6 Tahun 2007, 12 Oktober menjadi tanggal bersejarah bagi masyarakat Jawa Timur. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.  Dimana penyelenggaraan pemerintah provinsi dipimpin, Gubernur RMT. Soerjo.

Pada tahun ini, tepat 72 tahun usia Provinsi Jawa Timur. Tema peringatan Hari Jadi Provinsi kali ini “Peningkatan Sumber Daya Manusia lewat Pendidikan Kejuruan sebagai Solusi menuju Jawa Timur Mandiri dan Berdaya Saing Global”.

Upacara peringatan dilaksanakan di halaman belakang Pemkab Kediri dan diikuti oleh para pejabat dan ratusan karyawan-karyawati di lingkungan Pemkab Kediri, serta pelajar perwakilan dari SMA dan SMP di Kabupaten Kediri.

Bertindak selaku Inspektur upacara adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri H. Supoyo, SH. M.Si.dan sebagai koamanda upacara ditunjuk Camat Kandangan, Sunar Utomo, AP. MM. Upacara berlangsung khidmat dan peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara yang dimulai pukul 07.00wib tersebut.

Membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Sekda Supoyo mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi ini merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah serta mendorong semangat memiliki dan membangun daerah, serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat di wilayah Jawa Timur dalam kerangka NKRI.

Terkait dengan tema peringatan, Sekda Supoyo menjelaskan hal tersebut merupakan tekad dan semangat Provinsi Jawa Timur membangun ekonomi berbasis SDM (Human Development economic Based), agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen UMKM.

“Semangat dan tekad tersebut sangat relevan dengan persoalan dan tantangan Jawa Timur kedepan yang tidak ringan, yaitu Bonus Demografi yang sudah akan terjadi di Jawa Timur pada tahun 2019 dengan jumlah usia produktif mencapai 69.59%, sedangkan nasional baru terjadi pada tahun 2025,” urainya.

“Dengan tantangan bonus demografi serta kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur, diperlukan dual track strategy, yaitu strategi formal dan strategi non formal, tidak saja untuk penempatan SDM di dunia kerja, namun kita akan ciptakan wirausaha-wirausaha yang mempunyai daya saing untuk menguasai pasar dalam negeri maupun pasar-pasar global,” kata Sekda Supoyo.

Strategi formal, lanjut Sekda Supoyo, diarahkan untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah kualitas muatan kurikulum yang diampu Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sementara itu strategi non formal diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil bersertifikat melalui pelatihan kerja dan SMK mini. Dual track strategytersebut diarahkan untuk membangun SDM berkualitas, dimana produk-produk mereka pun memiliki daya saing tinggi dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jawa Timur.

Pada akhir sambutannya, Sekda Supoyo mengingatkan bahwa ada faktor non ekonomi yang sangat menentukan dan menjadi prasyarat penting dalam pembangunan ekonomi melalui peningkatan kualitas SDM, yaitu aman dan nyaman.

“Marilah kita bersama Forkopimda, para Bupati dan Walikota bersama masyarakat dan dunia usaha, bergandengan tangan membangun Bumi Pertiwi Jawa Timur, menuju kesejahteraan yang lebih baik serta berkeadilan dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tegas Sekda Supoyo. (nng)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan