Puluhan peserta ikuti kegiatan khitan massal yang digelar oleh Yayasan Masjid Peneleh.

‎
SURABAYA | duta.co – Selain meresmikan Masjid Peneleh sebagai cagar budaya yang bertepatan dengan milad ke-605 tahun. Yayasan Masjid Peneleh bekerjasama dengan manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, guna menyukseskan kegiatan khitan massal tersebut.
‎
‎Kegiatan yang berlangsung di Jl. Peneleh V No.41, Surabaya, pada Minggu (28/12/2025) ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai wilayah di Kota Surabaya.
‎
‎Ketua Umum Yayasan Masjid Peneleh Surabaya, Syarif Thayib, menegaskan bahwa khitan massal bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi memiliki makna syariat dan historis yang kuat dalam Islam.
‎
‎“Khitan merupakan syariat Islam sejak zaman Nabi Ibrahim dan dilanjutkan hingga umat Nabi Muhammad SAW. Ini bersifat mutlak, tidak hanya sebagai syariat, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Karena itu, menjaga dan melaksanakan syariat ini menjadi tanggung jawab dan komitmen kita sebagai umat Islam,” ujarnya
‎
‎Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai sejarah dan dakwah Islam yang diwariskan Sunan Ampel atau Mbah Ampel kepada masyarakat luas.
‎
‎“Kami mengajak masyarakat datang ke Masjid Peneleh agar mengetahui bahwa Mbah Ampel memiliki jasa yang luar biasa dalam perkembangan Islam di tanah Jawa, khususnya Surabaya, tanpa pertumpahan darah,” ungkapnya.
‎
‎Menurutnya, metode dakwah yang dikembangkan Sunan Ampel mengedepankan prinsip wasathiyah dan rahmatan lil alamin, yakni dakwah yang mengedepankan kedamaian, toleransi, dan kearifan lokal.
‎
‎“Nilai-nilai inilah yang ingin kami lestarikan dan kenalkan kembali kepada masyarakat melalui kehadiran mereka di tempat peninggalan Mbah Ampel,” tegasnya.
‎
‎Syarif berharap, penetapan Masjid Peneleh sebagai cagar budaya sekaligus pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan seperti khitan massal dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah Islam yang sarat nilai perdamaian, persatuan, dan kemanusiaan.
‎
‎Sebagai informasi, para peserta khitan tidak hanya mendapatkan layanan sunat secara gratis, tetapi juga menerima perlengkapan berupa sarung, baju koko, kopiah berlambang Masjid Peneleh, uang saku, tas perlengkapan, serta paket sembako. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry