LAMONGAN  – Sebanyak 66 Tenaga Kerja Asing (TKA) di Lamongan mokong. Mereka diduga mangkir perpanjang izin kerja. Terbukti, meski diketahui terdapat 87 TKA mengais rijki di daerah ini, namun hingga akan berakhirnya Tahun 2016 ini, baru 21 yang memperpanjang ijin kerja.

Jelang akhir tahun 2016, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di beberapa perusahaan di Lamongan, baru ada sekitar 21 TKA yang sudah memperpanjang izin kerja di tiga perusahaan dari total 18 perusahaan yang memperkerjakan TKA.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Lamongan Moh Kamil, melalui Khusnul Kabid Tenaga Kerja mengungkapkan bahwa  TKA di Lamongan hingga akhir tahun ini jumlahnya mencampai 87 orang. “Mereka tersebar di 18 berbagai perusahaan yang ada di Lamongan,” katanya, Rabu (14/12).

Dari jumlah 87 itu, lanjutnya,  baru 21 orang yang sudah mempepanjang ijin kerja.Mereka tersebar di 3 perusahaan industri. “Sebanyak 21 TKA ini baru saja memperbaruhi ijin kerja di Lamongan,”terang Khusnul yang mengaku tidak hafal di perusahaan mana tempat 21 TKA itu bekerja.

Disinggung kenapa baru 21 TKA yang mengurus ijin perpanjangan, Khusnul belum mengetahui pasti. Bisa jadi, sebanyak 66 TKA lainnya ijin kerjanya belum habis, sehingga belum mengajukan perpanjangan ijin. Kemungkinan lainnya, ijin kerja mereka masih berlaku, atau sudah habis tapi pihak perusahaanya belum mengajukan perpanjangan. “Ini yang saya belum tahu kepastiannya,”katanya.

Ditambahkan Khusnul, ijin perpanjangan kerja ini pengurusanya dilakukan di Dinsosnakertran satu tahun sekali, sepanjang perusahaannya masih memperkerjakan TKA. “Perpanjangan ijin ini harus dilakukan setiap tahun.  Kalau tidak, maka perusahaan bisa terkena sanksi, begitu juga dengan pekerjanya,”akunya.

Sementara sumber resmi lainnya menyebutkan, hingga pertengah bulan Juni 2016 lalu, jumlah tenaga asing di Lamongan mencapai 80 orang. Bila hingga sekarang sudah ada 87 TKA, berarti ada kenaikan 7 TKA di Lamongan. TKA ini berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Australia, China,  dan Jepang, dan terbanyak dari Taiwan berjumlah sekitar 53 orang. Sebanyak 40 diantaranya bekerja di PT Kebun Tebu Mas (KTM), dan 13 lainnya tersebar  di 9 perusahaan.

Selain di PT KTM, satu diantara 10 perusahaan lain di Lamongan yang mem pekerjakan TKA yakni  Lamongan Shorebase (LS) sebanyak 7 orang,  dari berbagai negara diantaranya Malaysia 3, Singapura 2 dan Filipina 2. Mereka bekerja rata-rata dibagian teknis. (dam)

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan