CEO Mandiri Capital, Eddi Danusaputro (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar nasional Era Perbankan Digital Peluang dan Tantangan di Kampus STIE Perbanas Nginden Semolo, Selasa (17/4). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Perusahaan start up (rintisan) kini sedang naik daun. Apalagi, start up yang bisa memberikan solusi atas problem yang dialami negara, sebuah lembaga atau perusahaan.

Karena itu, sebelum mendirikan start up harus dipikirkan, solusi apa yang akan diberikan untuk mengatasi sebuah permasalahan.

Hal tersebut diungkapkan  CEO Mandiri Capital, Eddi Danusaputro usai menjadi pembicara dalam seminar nasional Era Perbankan Digital Peluang dan Tantangan di Kampus STIE Perbanas Nginden Semolo, Selasa (17/4).

“Kalau memang bisa memberikan solusi, problem solving pasti akan banyak yang tertarik. Saya pikit mahasiswa harus sudah mulai berpikir ke arah sana. Dan kampus juga harus memiliki incubator program untuk  mewadahi mahasiswa yang punya minat,” ujar Eddi.

Eddi menjadi pembicara dalam acara pamungkas rangkaian ajang kegiatan Banking and Finance Festival 2018. Ada 300 peserta berasal dari praktisi perbankan, masyarakat umum, dan mayoritas mahasiswa STIE Perbanas Surabaya.

Ketua Prodi S1 Manajemen, Dr. Muazaroh, S.E., M.T., mengatakan Seminar Nasional ini dijadikan puncak dari rangkaian kegiatan Banking and Finance Festival 2018.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Prodi Sarjana Manajemen dan berlangsung dua tahunan sekali, bergantian kegiatan Perbanas Marketing Festival,” paparnya.

Lebih lanjut, seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat umum, khususnya mahasiswa STIE Perbanas Surabaya bahwa perkembangan teknologi ternyata mendorong industri perbankan.

Tentunya, kemajuan teknologi pada sistem pembayaran atau keuangan yang dikenal dengan Financial Technology (Fintech) memberikan sejumlah Peluang dan beberapa tantangan.

Karena itu, kedua pemateri yang dihadirkan ini akan memaparkan dua sisi yang berbeda, yaitu dari pelaku bisnis Fintech dan Industri Perbankan.

Sementara itu, Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Lutfi, SE., M.Fin., mengatakan kegiatan ini rangkaian tujuh kegiatan yang dimulai sejak akhir 2017. Dimulai dengan pembukaan Galerry Pasar Modal, dan disusul berbagai kegiatan lainnya.

Dikatakannya, Revolusi Industri 4.0 ini banyak mengubah pola pikir. Bicara industri perbankan banyak yang berubah untuk tatanan perbankan. Antre di perbankan tak lagi terjadi karena kini menggunakan m-banking.

“Perubahan ini tak hanya menuntut perubahan industri tapi juga menuntut para dosen siapkan lulusan yang siap dipekerjakan di industri maupun start up dibidang keuangan,” papar Lutfi.

Lutfi berharap STIE Perbanas menguatkan posisi Surabaya sebagai rujukan industri perbankan dan keuangan di Tanah Air.

Pada akhir seminar ini juga diadakan penyerahan hadiah bagi pemenang atau Juara Lomba.

Adapun lomba yang diselenggarakan, di antaranya,  Lomba Simulasi Pasar Modal, Lomba Roleplay Front Office, Lomba Business and Banking Ambassador, dan Lomba Essay Financial Technology tingkat Nasional.

Total hadiah dalam penyelenggaraan lomba ini mencapai hampir Rp 50 juta. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.