TRENGGALEK | duta.co — Hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, menyebabkan banjir deras. Akibatnya, jembatan di Dusun Nglayur yang menghubungkan Dusun Boyongan dan Desa Sukorejo kecamatan setempat putus total di terjang aliran Sungai Ancar.

Putusnya jembatan tersebut membuat warga masyarakat khususnya di Dusun Boyongan saat ini terisolir dan terpaksa harus memutar menggunakan jalan alternatif sejauh 1,5 kilometer.

“Benar, jalur penghubung antara Dusun Nglayur dengan Dusun Boyongan putus total. Untuk sementara warga yang terisolir di dusun ini ada tiga rukun tetangga yakni, RT 52,53, dan RT 54 dan mereka terpaksa menggunakan jalur alternatif,” ucap Kepala Desa Sukorejo Sunarto, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, aliran Sungai Ancar ketika terjadi hujan dan banjir cukup deras. Sehingga dari terjangannya banjir tersebut menggerus pondasi jembatan dan badan jembatan hingga mengakibatkan jembatan putus.

“Kami bersama BPBD Trenggalek dan BKTM telah meninjau lokasi jembatan yang putus diterjang banjir. Sedangkan untuk kerugian meterial, ditafsirkan mencapai sekitar Rp25 juta,” jelasnya.

Masyarakat Dusun Boyongan, tambahnya, mayoritas mereka petani dan pedagang. Sementara jalur tersebut merupakan akses satu-satunya yang menjadi penghubung.

“Untuk sementara, kami akan secepatnya untuk membangun jembatan darurat dulu, agar masyarakat yang terkena dampak dan terisolir dapat melaksanakan aktivitasnya,” pungkasnya. (sup/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.