Para demostran membakar bendera AS dalam aksi protes terhadap serangan rudal yang dipimpin AS terhadap Suriah, di Tahrir Square, Baghdad, Irak, Minggu, 15 April 2018. (FT/AP)

BAGHDAD | duta.co — Ribuan warga Irak memprotes serangan udara Amerika Serikat cs ke Suriah. Aksi demo yang dilakukan di jalan-jalan di kota-kota Najaf dan Basra, sebelah selatan Baghdad itu, menyusul seruan oleh tokoh Syiah berpengaruh Moqtada Sadr. Sadr ikut serta dalam aksi demo di Najaf, tempatnya tinggal.

“Berhenti menghancurkan Suriah seperti Anda menghancurkan negara kami,” teriak para demonstran di Lapangan Tahrir, Minggu (15/4/2018) di Baghdad mengenai invasi Amerika Serikat cs ke Irak tahun 2003.

“Tidak untuk Amerika, tidak untuk bombardir Suriah,” imbuh para demonstran seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (16/4/2018).

Dalam aksi demo di Lapangan Tahrir tersebut, para demonstran Irak membakar bendera-bendera AS seraya meneriakkan penolakan atas aksi militer AS bersama Prancis dan Inggris ke Suriah.

Sebelumnya, pemerintah Irak menyatakan bahwa serangan udara negara-negara Barat ke Suriah merupakan perkembangan sangat berbahaya. Serangan itu pun bisa memicu bangkitnya para ekstremis di wilayah tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengklaim, serangan udara yang dilakukan AS, Prancis dan Inggris tersebut “terkait dengan kemampuan senjata kimia” pemerintah Suriah. Negara-negara Barat tersebut menyatakan bahwa serangan itu dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan gas beracun di Douma, daerah kantong terakhir pemberontak di Ghouta Timur pada 7 April lalu. Puluhan orang termasuk perempuan dan anak-anak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Ratusan orang lainnya terluka. (net)

Tinggalkan Balasan