TRENGGALEK | duta.co — NUsantara Mart, pusat perbelanjaan berbasis ritel milik warga Nahdliyin Kabupaten Trenggalek telah berdiri megah dan resmi beroperasi. Untuk awal dibuka di wilayah Kecamatan Pule, Trenggalek, Jawa Timur. Tekad Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek dalam mengembangkan perekonomian lokal ini didasari adanya pasar global di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berimplikasi kepada penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal agar mampu bersaing dengan pasar bebas itu.

Dari data yang dihimpun, sekitar 2500 anggota NU di Kabupaten Trenggalek telah mengikhlaskan dirinya untuk berinvestasi pada NUsantara Mart, sehingga mereka mencukupi kebutuhan kesehariannya melalui ritel yang didirikannya itu sendiri.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melakukan grand opening NUsanatara Mart di Pule dimana nanti kita akan gerakkan ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek,” kata Yusuful Hamdani atau biasa disapa Gus Yusuf, pimpinan NUsantara Mart saat peresmian di Pule, Minggu (15/4/2018).

Gus Yusuf menambahkan, walau masih sangat terbatas item barang yang dijual, namun antusias warga akan hadirnya ritel berbasis halal itu mampu menyedot perhatian warga utamanya yang telah menginvestasikan modalnya di ritel tersebut dengan berbelanja.

“Belum dibuka, kemarin warga Nahdliyin sudah berbondong-bondong mendatangi toko yang dimodalinya mereka sendiri,” imbuhnya.

Dia mengaku, akan terus mengembangkan ritel tersebut seiring perkembangan zaman yang makin kapitalis, agar warga khususnya NU tetap mampu mempertahankan diri dalam menopang perekonomiannya.

“Semua warga biar berkesempatan untuk ikut memegang peranan dalam menjalankan roda ekonomi ummat itu sendiri,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera membuka ritel berjaringan miliknya, agar seluruh warga Nahdliyin di Kabupaten Trenggalek bisa ikut merasakan bagaimana mengelola dan mengembangkan usahanya sendiri.

“Ini dari MWC yang lain juga sudah semangat untuk segera melaunching toko ritelnya,” terangnya.

Sementara, Ketua Tanfiz  PC NU Kabupaten Trenggalek, H Moh Fatkhulloh Soleh atau biasa disapa Gus Loh mengatakan, dengan dibukanya NUsantara Mart Pule ini, berharap, NU di Trenggalek menjadi organisasi yang mandiri, terhindar dari permasalahan mudhorot.

“NU biasanya diributkan dengan fitnah, apalagi saat bersinggungan dengan keuangan, maka dengan semuanya telah investasi di dalam usahanya sendiri seperti NUsantara Mart akan menambah income warga NU sendiri sehingga mereka mandiri dan berdaya,” tegasnya.

Jika kemandirian NU ini terwujud, maka menurutnya, tidak menutup kemungkinan NU akan mampu membiayai kegiatan-kegiatannya sendiri. Membiayai keberlangsungan pendidikan di pesantren dan masjid miliknya sendiri.

“Kita harus ikhlas untuk berjuang mewujudkan kemandirian yang total untuk menghidupi organisasi kita sendiri dengan ikhlas dan zuhud,” paparnya. (ta/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.