Penandatanganan mulai dibukanya SBMPTM di 12 perguruan tinggi Muhammadiyah, di Surabaya, Sabtu (14/4). duta.co/istimewa

SURABAYA | duta.co – Bagi yang berniat masuk fakultas kedokteran (FK) dan masih belum diberi kesempatan menempuhnya di perguruan tinggi negeri (PTN) masih ada perguruan tinggi swasta (PTS).

Salah satunya di PTS yang berada di bawah lembaga pendidikan Muhammadiyah. Namun, untuk masuk ke FK milik Muhammadiyah, pendaftaran dan seleksinya tidak sendiri-sendiri di kampus masing-masing.

Melainkan dilakukan serentak untuk 12 PT Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM).

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkenalkan sistem SBMPTM  untuk program studi Pendidikan Dokter itu, Sabtu (14/4) di Surabaya.

“SBMPTM untuk program studi Pendidikan Dokter akan digelar serentak di 12 perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D.

Dua belas perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Malang, serta Universitas  Muhammadiyah Palembang.

Selain itu Universitas Prof Dr Hamka Jakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Pendaftaran SBMPTM untuk program studi pendidikan dokter di 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini dibuka selama sebulan mulai 1 Juni 2018. Pelaksanaan ujiannya kami agendakan pada pekan ke tiga bulan Juli 2018,” katanya.

Dia menandaskan, ujiannya menggunakan “Computer Based Test” atau berbasis komputer yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA) dan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Lincolin memperkirakan peminat jalur SBMPTM program studi Pendidikan Dokter sekitar 5.000 peserta.

 “Namun kuota SBMPTM hanya tersedia 210 kursi di 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” katanya.

Dia menjelaskan, selain melalui SBMPTM akan ada penerimaan calon mahasiswa program studi pendidikan dokter jalur reguler di 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dengan total kuota yang lebih banyak, yaitu 1.150 kursi.

“Bedanya, peserta jalur SBMPTM bisa memilih kampus PTM tujuan dengan mengikuti ujian yang digelar di kampus PTM kota lain yang terdekat. Sedangkan jalur reguler mengharuskan peserta mengikuti ujian di kampus PTM yang dituju,” ucapnya. end

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.