Mahasiswa yang mengikuti program RPL Desa 2022 di Unesa. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Jayin (49), Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan, Desa Ngraho, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, senang bukan kepalang. Untuk pertama kalinya bapak dua anak ini hadir di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (30/3/2022).

Kehadirannya bukan untuk jalan-jalan atau hanya main-main, tapi untuk acara pengukuhan sebagai mahasiswa baru sekaligus kuliah perdana program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Desa 2022.

Jayin bersama 619 perangkat desa lainnya dari Bojonegoro memang mendapatkan kesempatan untuk kuliah di beberapa program studi Unesa hingga meraih gelar sarjana strata satu. “Saya mengambil jurusan administrasi negara yang sangat cocok dengan pekerjaan saya sekarang,” katanya.

Jayin yang sudah bekerja puluhan tahun di Desa Ngraho mengaku bersyukur akhirnya bisa kuliah di usia yang sudah tidak muda lagi. “Katerbatasan biaya jadi tidak bisa kuliah, padahal saya ingin sekali kuliah. Alhamdulillah bisa terlaksana,” tuturnya.

Dengan gaji Rp 2.100.000 per bulan dengan dua anak dan satu istri, baginya memang berat untuk berkuliah. “Saya bersyukur untuk kesempatan ini,” tandasnya.

Program RPL Desa 2022 ini memang diperuntukkan bagi para perangkat desa yang berusia di bawah 50 tahun. Di Jawa Timur program ini diawali Kabupaten Bojonegoro. Selain di Unesa, perangkat desa Bojonegoro juga ada yang kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Program RPL Desa 2022 disambut baik Unesa dan UNY. Rektor Unesa, Prof Nurhasan mengatakan untuk program ini dia menyiapkan kurikulum khusus. Apalagi, program hingga sarjana ini hanya ditempuh dalam waktu dua tahun. Karena pengalaman kerja para perangkat desa ini dikonversikan jadi sejumlah SKS.

“Program ini kuliahnya khusus, formula khusus dan pendamping da serta dosen khusus pula. Sehingga mereka bisa kuliah secara khusus pula agar nantinya mahasiswa dan dosen bisa berkomunikasi,” tandas Prof Nurhasan.

Unesa siap mendukung penuh program ini dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki melalui berbagai program studi yang diperlukan untuk pengembangan desa dalam mewujudkan cita-cita nasional.

“Ini terbukti dengan seleksi yang kami lakukan tetap mengacu pada standard mutu penerimaan mahasiswa jalur sesuai mekanisme jalur RPL yang sudah ditetapkan oleh kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” tuturnya.

Unesa juga melakukan seleksi untuk perangkat desa ini. Dari 881 pendaftar, setelah dilakukan seleksi pada portofolio dan kesesuaiannya dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) akhirnya terseleksi lolos sejumlah 619 mahasiswa atau 70,26 %.

“Hal ini berarti anda yang diterima merupakan mahasiswa pilihan yang terseleksi karena itu manfaatkanlah peluang ini semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan,” tambahnya.

Dari jumlah itu, untuk prodi S1 Administrasi Negara sebanyak 291, S1 Manajemen sebanyak 98, S1 Sosiologi sebanyak 75 dan S1 Pendidikan Luar Sekolah sebanyak 29 serta S1 Akuntansi sebanyak 126.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah mengatakan beasiswa ini diberikan pada 1.076 perangkat desa.

“Kami tertarik program ini karena seiring dengan adanya UU Desa dan semakin bertambahnya anggaran desa dari pemerintah yang harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang memadai,” tandasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry