Sekretaris Koni Zainal Maftuhien tengga memberikan jaket kepada peserta dan didamping ketua Koni, Mirza ali mansyur sebelah kanan dan sebelah kiri Sekretaris Dispora Kabupaten Tuban Nur Camid. (DUTA.CO/SYAIFUL ADAM)

TUBAN | duta.co — Untuk meningkatkan serta mengoptimalkan kemampuan para atlet, Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Tuban gelar Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) tahap II, yang dipusatkan di lapangan tenis indoor Jl Dr Wahidinsudirohusodo Tuban. Dalam pemusatan latihan tersebut, sedikitnya 297 atlet dan 63 pelatih dari 24 cabang olahraga yang ada  turut serta.

Sekretaris Koni Tuban, Zainal Maftuhien saat ditemui duta.co minggu, (11/3/2018) menyampaikan, pemusatan latihan ini sebagai bentuk persiapan jelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Perprov) Jawa Timur yang akan digelar pada tahun 2019 mendatang. Di samping itu pihaknya menargetkan agar Tuban bisa masuk dalam  sepuluh besar, hal ini dianggap target yang realistis jika melihat reking di Perprov sebelumnya.

“Kami berharap Tuban bisa masuk sepuluh besar dalam Perprov nanti, dan ini adalah target yang realistis jika kita melihat prestasi atlet yang ada saat mengikuti ajang kejurda maupun kejurprov selama ini, mengingat di Perprov yang lalu kami berada di peringkat 14,” ungkapnya

Lebih lanjut Sekretaris Koni ini menambahkan, faktor semangat atlet dan pelatih juga menjadi pertimbangan dari target yang dipatok, di samping itu dukungan dana juga menjadi pertimbangan meski tidak terlalu besar. “Dengan potensi kematangan dan mental para atlet ini juga mempengaruhi selain faktor dukungan dana,”

Pihaknya mengakui sedikit sulit untuk masuk dalam lima besar dan menggeser tim yang sudah menjadi langganan itu berat, seperti tim dari Surabaya, Malang, Kediri, Sidoarjo karena secara persiapan dan Sumber Daya Manusia (SDM) sarana prasarana dan dukungan dana sangat baik

“Di samping itu tim-tim langganan ini sebelum Perprov, prestasi olahraganya sangat bagus, karena memang sudah disiapkan sejak awal,” imbuhnya.

Zainal mengaku, meski persiapan yang ada telah dimaksimalkan, masih banyak kendala dan kekurangan yang perlu diperbaiki, salah satunya pendidikan para atlet ini juga menjadi perhatian, bagaimana caranya agar para atlet tidak terganggu sekolahnya.

“Ada beberapa atlet yang terkendala dengan aktivitas sekolah. Kami berharap ke depannya ada komunikasi dan koordinasi yang baik, agar ke duanya bisa terus berjalan baik sekolah dan jadwal latihan tidak terganggu,” terangnya.

Di beberapa sekolah para atlet. Zainal meminta kepada pihak terkait ada susulan di luar jam regular sekolah, ini sebagai bentuk upaya Koni agar ke duanya bisa terus dijalankan

“Kalau sudah ada jalinan kerjasama mereka para atlet ini kan bisa meneruskan prosedur akademisnya, dan di luar jam pelajaran mereka bisa berlatih dengan nyaman,” ungkapnya

Dari pantauan duta.co di lapangan, sebelum dimulainnya pemusatan latihan tahap II, dua orang atlet dari cabang sepatu roda dan binarana mendapatkan dan dipakaikan jaket oleh sekretaris Koni Tuban secara simbolis sebagai bentuk telah dimulainya pelatihan tahan II. (sad)

Tinggalkan Balasan