Penampilan kesenian di kegiatan Car Free Night (CFN), Sabtu (10/3/2018) malam di Trenggalek. (DUTA.CO/HAMZAH)

TRENGGALEK | duta.co — Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali menggeliatkan perekonomian warganya dengan menghidupkan kembali kegiatan Car Free Night (CFN), Sabtu (10/3/2018) malam.

Kegiatan ‘Mlaku –mlaku‘ di seputaran Alun–alun Trenggalek ini, warga disuguhkan dengan penjualan produk hasil bumi, hasil kerajinan lokal serta olahan yang masuk kategori Usaha Kecil Mikro (UKM). Menariknya lagi, pengunjung dibuat krasan dengan tampilan kesenian pemuda-pemudi Trenggalek, ada Pecut, Jaranan Turonggo Yakso dan karawitan.

Plt Bupati Trenggalek, Mochamad  Nur Arifin mengungkapkan, gagasan Car Free Night di Alun-alun Trenggalek dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Trenggalek dan masyarakat dari luar kota.

“Pelaku UMK yang diperkenankan mengisi CFN ini hanya warga Trenggalek. Jadi, seluruh perencanaan itu dikemas dalam tema CFN yang akan dilangsungkan secara rutin menjelang malam di akhir pekan. Dengan harapan kebersamaan dan taraf hidup masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hiburan masyarakat melalui CFN, diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemkab Trenggalek, kata Nur Arifin, juga mempertimbangkan perluasan CFN jika minat masyarakat berkunjung ke Alun-alun Trenggalek melonjak.

“Lokasi CFN sendiri hanya sekitar bundaran alun-alun. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk meluas hingga jalan protokol di Pasar Trenggalek. Hal itu tergantung dari animo masyarakat,” imbuhnya.

Plt. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (kanan).

Moch Nur Arifin mengakui, Pemkab Trenggalek telah melayangkan pemberitahuan ke seluruh perangkat kecamatan agar turut berpartisipasi di CFN. Partisipasi tersebut diperkenankan hingga Minggu di Car Free Day (CFD).

“Masyarakat Trenggalek diperkenankan berpartisipasi pada CFN hingga hari ini di CFD. Informasi ini telah kami sampaikan melalui perangkat kecamatan,” ungkapnya.

Dikatakannya, gagasan CFN yang berakhir dengan CFD itu, ditemukan saat dirinya membuat aduan warga tiap hari Jum‘at siang, pasca Plt Bupati Trenggalek dipegangnya. Banyak komponen masyarkat serta dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyarankan agar kegiatan ini digelar. Selain hiburan murah untuk masyarakat, kegiatan ini juga menjadi media yang mengakomodir produk asli Trenggalek.

“Mereka desak saya untuk gelar kegiatan ini dengan alasan Trenggalek sudah waktunya punya market opinion,” tutupnya. (adv/hms/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.