Almarhumah Bu Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi. (FT/IST)

JOMBANG | duta.co – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) kehilangan kader terbaiknya. Ketum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000 Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat Kamis (8/3), di RS Mayapada Lebak Bulus, Jaksel, pukul 12.50 WIB.

Adik kandung Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu wafat dalam usia 78 tahun. Sebelum wafat, Nyai Aisyah yang dirawat di rumah sakit sejak Minggu (4/3) sempat mengeluh sesak nafas. Almarhumah meninggalkan 5 anak dan 15 cucu.

Semasa hidupnya, kakak kandung Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) ini sangat aktif berorganisasi. Selain pernah memimpin Muslimat NU, Nyai Aisyah juga pernah memimpin Kowani dan Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia.

Istri KH Abdul Hamid Baidlowi ini dilahirkan di Tebuireng, Jombang, pada 6 Juni 1940. Dia tercatat pernah menjabat anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar selama tiga periode. Yaitu periode 1997-1999, 1999-2004, dan 2004-2009.

Saat ini, jenazah disemayamkan di Perum Bukit Pratama Blok A No 9, Lebak Bulus Jakarta Selatan. Jenazah Nyai Aisyah akan diterbangkan ke tanah kelahirannya di Jombang, Jumat (9/3) pagi. Untuk selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng Jombang usai salat Jumat.

Ketua Majelis Keluarga Tebuireng KH Muhammad Hasyim Karim menuturkan, meski usianya lebih sepuh, Nyai Aisyah sangat perhatian kepada keluarga besar KH Hasyim Asy’ari. “Beberapa bulan yang lalu, beliau masih menyempatkan diri menghadiri undangan pernikahan anak saya di Jombang,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aying ini.

Yang membuat Gus Aying sangat terkesan, Nyai Aisyah tidak segan meminta maaf meskipun kepada keluarga yang lebih muda. “Ketika bertemu dalam acara Ulang Tahun Emas Pernikahan Gus Solah pada pertengahan Februari lalu, beliau masih meminta maaf karena tidak bisa lama-lama di acara pernikahan anak saya,” tutur Gus Aying terharu.

Malam sebelum wafatnya Nyai Aisyah, Gus Aying masih sempat menjenguk. “Meski kondisi beliau sudah tidak dapat diajak berkomunikasi, saya lihat wajah beliau sangat teduh. Beliau orang baik dan insya Allah husnul khotimah,” pungkasnya.

 

Kehilangan Sosok Teladan

Sosok almarhumah Nyai Hj Aisyah Hamid Baidhowi adalah pribadi yang sulit dicari padanannya. Dedikasinya kepada Muslimat NU demikian mengagumkan. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah rintisan yang kini menjadi kebanggaan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi insan media terkait sosok almarhumah Nyai Hj Aisyah. “Kepergian Ibu Aisyah menjadikan kami kehilangan sosok teladan,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU ini, Kamis (8/3).

Menurut Khofifah, almarhumah merupakan pribadi yang luar biasa. “Selama hidup membaktikan dirinya untuk kegiatan sosial keagamaan yang luar biasa di Muslimat NU,” katanya.

Dalam catatan Khofifah, di usianya yang sudah udzhur almarhumah masih terus berkhidmat dengan mengomandani 144 panti asuhan, merintis 9.800 lebih Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, Taman Kanak-kanak, hingga Raudlatul Athfal atau RA.

“Demikian pula sebagai perintis Yayasan Haji Muslimat, juga Induk Koperasi An-Nisa,” ungkapnya. Sehingga sejumlah lembaga di Muslimat NU selama ini adalah rintisan almarhumah. Nyai Aisyah mendirikan dan membina 14 yayasan yang semuanya bergerak di bidang sosial.

Komitmen dan tanggung jawab Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi juga dibuktikan seminggu sebelum wafat dengan memimpin rapat 5 yayasan sekaligus. “Sejak jam 10 pagi hingga 5 sore, beliau memimpin rapat di Muslimat NU,” jelasnya.

Kelebihan almarhumah yang juga sebagai mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar tersebut dalam pandangan Khofifah adalah sebagai sosok yang sangat detail. “Sosok yang penuh tanggung jawab, berpandangan sangat tajam, teliti, dan kritis,” tandasnya. Dan sosok seperti itulah yang susah dicarikan padanannya saat ini, lanjutnya.

Khofifah mengajak semua kalangan untuk mendoakan bagi kebaikan almarhumah. “Mudah-mudahan segala kebaikannya diterima Allah, dan kesalahan beliau diampuni,” ujarnya. rul, nuo

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.