KIRAB BUDAYA :  Tampak suasana kirab budaya yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Dalam rangka Dies Natalis ke 10 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, menyelenggarakan kirab budaya. Dengan mengedepankan Kebhinekaan, guna merekatkan anak bangsa yang terpilah lantaran Pemilu dan konflik sosial yang sempat melanda. Diikuti 600 Civitas Akademika mulai pimpinan sampai mahasiswa asing.

Menurut Ketua Dies Natalis FIB Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Fatoni Rohman, kirab budaya kali ini juga merupakan tradisi tahunan. Namun uniknya kali ini juga mengirab tiga Pataka sekaligus. Yakni Pataka Nusantara, Pataka Universitas, dan Pataka  FIB. Pihak panitia pun sengaja mengusung tema ‘Menyemai Bhineka Menjaga Nusantara’. Dengan kostum para peserta pun mengikuti etnik-etnik yang ada di Indonesia.

“UB itu seakan Indonesia kecil. Mahasiswanya  dari Sabang sampai Meureke, dari Pulau Sangata sampai Pulau Rote, ada semua di perguruan tinggi ini. Fakultas ini pun mencoba memberikan nilai tawar bahwa keberagaman adalah sebuah keniscayaan,” ungkap Muhammad Fatoni.

Ketua Panitia Dies Natalis yang juga Dosen Bahasa Indonesia ini juga menyampaikan, Bangsa Indonesia ini merupakan taman etnis yang kekayaan culturalnya yang harus dijaga. Ia pun kemudian menyesalkan peristiwa di Papua yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

“Lewat kirab budaya ini kami juga menunjukan, Civitas akademika bisa turut andil dalam menyemai Kebhinekaan yang juga sebagai bentuk kontibusi FIB UB terhadap pembangunan bangsa ini,” ujar Muhammad Fatoni.

Dalam kesempatan kirab budaya FIB UB ini ebih dari 600 Civitas Akademika dilibatkan.  Mulai dari pimpinan Dekanat, Pimpinan Prodi hingga mahasiswa asing pun ikut aerta meramaikan suasana. Puluhan mahasiswa asing tampak bangga mengenakan baju adat yang beraneka rupa. dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry