SURABAYA | duta.co – Keberhasilan Gubernur Jatim dua periode Soekarwo dalam memimpin Provinsi Jawa Timur, nampaknya menjadi perhatian pemerintahan pusat. Bahkan orang nomor satu di lingkungan Pemrov Jatim itu kembali santer diisukan bakal masuk kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Wacana itu kian santer karena ada beberapa menteri yang maju dalam pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 dari berbagai partai politik. Namun dalam aturan tidak ada larangan seorang menteri maju menjadi caleg dan harus mundur dari kabinet melainkan cukup cuti saat kampanye.

Gubernur Sampai 12 Februari

Menanggapi kabar tersebut, Pakde Karwo hanya tersenyum simpul. “Apannya yang direshuffle, itu isu dari sejak 4 bulan lalu. Saya masih Gubernur Jatim sampai 12 Februari 2019,” dalih Gubernur Jatim saat ditemui di gedung DPRD Jatim, Jumat (12/10/2018).

Sebagaimana diketahui bersama dari 34 menteri kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, setidaknya ada 5 orang meteri yang maju mencalonkan diri maju di Pileg 2019 melalui berbagai partai politik.

Diantaranya, menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly maju caleg DPR RI dari PDIP dari Dapil Sumatera Utara I, Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani lewat PDIP dari Dapil Jateng V, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Eko Putro Sandjojo dari PKB lewat Dapil Bengkulu.

Kemudian Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dari PKB namun belum ditetapkan akan maju dari Dapil mana, lalu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi maju menjadi Caleg PKB dari Dapil Jakarta Timur, dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dari PPP maju lewat Dapil Jabar VI. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.