Regional Head Wilayah Timur BNI Syariah, Edwin Fitrianto (kiri) bersama  Branch Manager BNI Syariah Surabaya MERR, Yulianto Adi Widodo di depan teller kantor baru di kawasan Surabaya Timur, Kamis  (15/2). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – BNI Syariah Surabaya MERR ditarget bisa menambah jumlah pembiayaan yang disalurkan untuk masyarakat. Jumlahnya di tahun ini meningkat sebesar Rp 31 miliar dari Rp 98, 68 miliar yang disalurkan pada 2017 lalu.

Untuk bisa mencapai target yang ditetapkan itu, BNI Syariah Surabaya MERR akan melakukan banyak cara. Salah satunya dengan memperkenalkan produk-produk baru yang lebih memudahkan dan memberikan manfaat bagi para nasabahnya.

Branch Manager BNI Syariah Surabaya MERR, Yulianto Adi Widodo mengatakan pada Maret atau April mendatang, pihaknya akan memperkenalkan produk baru Wirausaha Syariah.

Jika selama ini pembiayaan yang diberikan BNI Syariah untuk usaha mikro maksimal Rp 500 juta, kini bisa mencapai Rp 1 miliar dengan tenor tujuh tahun.

“Ini ekspansi pembiayaan mikro. Karena kami melihat usaha mikro yang selama ini bermitra dengan kami sudah naik tingkat dan membutuhkan pembiayaan yang lebih tinggi. Karenanya kami keluarkan produk ini,” ujar Yulianto di sela kepindahan kantor dari kawasan Rungkut ke kawasan MERR, Kamis (15/2).

Dikeluarkannya produk baru ini selain mengejar target pembiayaan adalah karena peluang yang sangat besar untuk sektor ini.

“Di kawasan MERR ini banyak wirausaha. Yang rata-rata mereka itu membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Mereka sudah ke arah menengah. Butuh pembiayaan yang cukup besar,” tambahnya.

Selain itu, Yulianto, BNI Syariah Surabaya MERR berupaya untuk memperkenalkan pembiayaan konsumer untuk griya atau perumahan.

Di kawasan Surabaya Timur itu, diakui Yulianto memiliki potensi untuk pembiayaan perumahan karena terkenal sebagai kawasan dengan pengembang perumahan yang cukup besar.

“Pokoknya kita berupaya untuk memberikan layanan dan produk yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Sehingga ke depan target itu bisa dicapai,” tandasnya.

Regional Head Wilayah Timur BNI Syariah, Edwin Fitrianto mengaku optimis BNI Syariah Surabaya MERR  bisa mencapai target yang ditentukan. Apalagi Edwin melihat ada potensi yang cukup besar di  sekitar kantor baru ini.

“Di sini ada pasarnya, tinggal bagaimana menggarapnya. Saya yakin pasti bisa mencapai target itu,” tukasnya.

Yulianto menyadari, sampai saat ini pembiayaan di BNI Syariah Surabaya MERR lebih banyak ke sektor konsumer yakni sebesar Rp 55,11 miliar. Dan sektor mikro sebesar Rp 40, 8 miliar dari total pembiayaan sebesar Rp 98, 68 miliar.

“Karena mikro larinya ke kredit usaha rakyat (KUR) sehingga kami harus selektif. Tahu sendiri dari total pembiayaan dengan KUR, 30 persennya bermasalah. Kalau kami asal saja member kredit mikro tanpa seleksi, bisa-bisa macenya besar,” tuturnya.

Dipaparkan Yulianto, walau masih banyak pembiayaan konsumen, namun penyalurannya jauh lebih besar dibandingkan jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun. Pada 2017 lalu itu, dari dana deposito, tabungan dan giro BNI Syariah Surabaya MERR bisa mencapai Rp 90,68 miliar. end

Tinggalkan Balasan