(ki-ka) Caretaker Vice President XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim, General Manager Sales Operation XL Axiata East Java area, Hiasinta H. Paembonan, dan Specialist Service Performance & Optimization XL Axiata, Rino Prasetiyanto dalam acara peluncuran spirit #JadiLebihBaik di Surabaya. Selasa (13/2). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  Tahun ini, PT X: PT XL Axiata (Tbk) East Region menarget bisa menambah jumlah pelanggan sebesar 16 persen dibanding 2017 lalu. Jika pada 2017 pelanggan XL East Region sebesar 19 juta, maka tahun ini bisa mencapai 21,8 juta.

Dengan penambahan ini, XL pun melakukan banyak cara. Salah satunya dengan memperkenalkan network brand 4,5 G. Network brand itupun kini sudah mulai diperkenalkan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di east region.

“Karena pelanggan XL itu 72 persen adalah pengguna smartphone sehingga mereka membutuhkan jaringan yang handal untuk penggunaan datanya. Makanya kami lakukan ini, network brand 4,5 G,” ujar Caretaker Vice President XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim di Surabaya, Selasa (13/2).

Karena itu, saat ini fasilitas pendukung juga tengah disiapkan untuk mendukung hal itu. Tapi, karena teknologi 4,5 G ini masih belum banyak didukung ponsel yang memadai, maka XL untuk saat ini masih gencar memperkuat di jaringan 4G.

Di Jatim, jumlah base transceiver station (BTS) 4G mencapai 2.200 lebih. Jangkauan jaringan XL Axiata diklaim sudah mencapai hampir 93 persen penduduk.

Untuk mendongkrak layanan data, XL Axiata sepanjang 2018 berencana menambah sekitar 17.000 unit BTS. Penambahan jumlah BTS pada tahun ini akan difokuskan di wilayah-wilayah luar Jawa. Dalam pembangunan BTS tersebut, XL Axiata setidaknya telah menggelontorkan investasi sebesar Rp7 triliun. Jumlah tersebut tak jauh berbeda dengan nilai belanja modal tahun lalu.

“Dari jumlah itu sekitar 20%-nya adalah untuk perluasan jaringan Jatim,” imbuh  General Manager Sales Operation East Java PT XL Axiata East Region Hiasinta H Paembonan.

Secara nasional, jumlah pelanggan emiten berkode EXCL ini mencapai 53,5 juta pelanggan. Dari jumlah itu, tercatat 72% diantaranya, atau 38,3 juta pelanggan telah menggunakan smartphone. Angka ini meningkat 32% dari capaian tahun lalu.

Sementara itu, jumlah pelanggan yang aktif mengkonsumsi layanan data juga telah mencapai 73%. Ini seiring dengan terus semakin baiknya kualitas layanan data dan  pembangunan jaringan data di berbagai wilayah.

“Pencapaian kami sepanjang 2017 secara jelas memberi sinyal bahwa kini saatnya memaksimalkan kemampuan jaringan data guna meningkatkan kualitas layanan,” tandas Mualim. end

Tinggalkan Balasan