Siswi Smamda saling berpelukan, menangis di pundak temannya karena terharu sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Menghadapi ujian nasional (UN), siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) dibuat relaks. Pihak sekolah mengajak 400 siswanya itu untuk sejenak melupakan beban yang sebentar lagi akan dihadapi.

Kali ini, Smamda mengajak siswa-siswinya untuk tertawa bersama Umi Dayati MPd, psikolog dari Universitas Negeri Malang (UM). Umi Dayati memang dikenal lucu. Apa yang dinasehatkan terkesan tidak menggurui. Pertemuan Sabtu (27/1) itu adalah kedua kalinya Umi dan siswa-siswi Smamda setelah Oktober 2017 pada acara Sharing and Enlightenment Day.

Acara pemantapan spiritual yang bertajuk “Sukses dengan Motivasi Spiritual” ini, Umi Dayati mengajak siswa untuk relaks dengan gerakan-gerakan tangan. Ada empat gerakan tangan yang memiliki makna sangat dalam.

Saat melakukan gerakan satu demi satu, siswa-siswi diajak meneriakkan satu kata. Gerakan pertama adalah tangan kanan memegang kepala kata yang diucapkan adalah intelektual.

Kemudian pegang pundak mengucap actual. Memegang perut (hati) emosional  dan menyatukan ujung jari kedua tangan adalah spiritual. Empat gerakan yang dilakukan berulang ulang ini mempunyai makna yang menarik.

Gerakan pertama, intelektual artinya siswa siswi harus menyiapkan ujian dengan belajar. Gerakan kedua  menyebut aktual, artinya ‘do it’ ketika siswa akan menghadapi ujian harus mampu mengatur waktu belajar, belajar teratur.

Emosional artinya siswa jangan sampai stres karena belajar, atau takut menghadapi ujian serta bisa mengontrol emosi. Yang terakhir adalah

Spiritual yang artinya siswa harus membuat hatinya mantap menghadapi ujian, siswa yang tangguh dan berpikir positif dalam menghadapi. Jika ada orang tua atau guru yang mengingatkan ujian maka siswa bisa menjawab, saya siap ujian dengan penuh percaya diri.

Selain gerakan gerakan Umi banyak mengajak siswa untuk menyanyi bersama yang tujuannya membuat siswa gembira sehingga otak kanan mereka terbuka.

“Anak- anak lelah belajar, les, mengikuti try out. Kelelahan ini harus diurai, jadi tidak sampai stres menghadapi ujian. Siswa harus tetap diizinkan ngemall, main musik dan kumpul dengan teman temanya.jadi otak kanan dan kiri seimbang, pikiran relax,” ujar Umi Dayati.

Umi juga mensyaratkan 4 hal yang harus dilakukan agar lulus ujian selain belajar dengan sungguh – sungguh. yang pertama adalah mendekatkan diri kepada Allah, menambah shalat sunnah seperti tahajud, shalat hajat, puasa sunnah dan bershodaqoh.

Yang kedua cari ridho kedua orang tua. Karena doa orang tualah yang akan memudahkan pengerjaan ujian dan yang terakhir adalah ridhlo guru. Berterima kasihlah kepada guru yang selama tiga tahun mendidik dan minta maaflah kepada guru apabila mempunyai salah, karena pengorbanan guru luar biasa.

Pada saat sakitpun berangkat sekolah, demi siswa siswinya.yang terakhir juga adalah teman. Minta maaflah kepada temanmu, sahabatmu yang pernah kamu sakiti. Bukan tidak mungkin dia akan lebih sukses dari kamu.

Kepala Smamda,  Astajab mengatakan acara ini selain bertujuan untuk menjadikan siswa- siswi berpribadi tangguh juga untuk menyiapkan mental mereka untuk menghadapi Ujian Sekolah, USBNBK dan UNBK. “ Ini untuk mantapkan hati untuk semangat ujian, positif melihat ujian, jangan takut,” ujar Astajab di sela-sela acara.

Siswi Smamda saling berpelukan, menangis di pundak temannya karena terharu sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. DUTA/istimewa

Empat Gerakan Penuh Makna, untuk Hadapi Ujian Nasional

SURABAYA | duta.co – Menghadapi ujian nasional (UN), siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) dibuat relaks. Pihak sekolah mengajak 400 siswanya itu untuk sejenak melupakan beban yang sebentar lagi akan dihadapi.

Kali ini, Smamda mengajak siswa-siswinya untuk tertawa bersama Umi Dayati MPd, psikolog dari Universitas Negeri Malang (UM). Umi Dayati memang dikenal lucu. Apa yang dinasehatkan terkesan tidak menggurui. Pertemuan Sabtu (27/1) itu adalah kedua kalinya Umi dan siswa-siswi Smamda setelah Oktober 2017 pada acara Sharing and Enlightenment Day.

Acara pemantapan spiritual yang bertajuk “Sukses dengan Motivasi Spiritual” ini, Umi Dayati mengajak siswa untuk relaks dengan gerakan-gerakan tangan. Ada empat gerakan tangan yang memiliki makna sangat dalam.

Saat melakukan gerakan satu demi satu, siswa-siswi diajak meneriakkan satu kata. Gerakan pertama adalah tangan kanan memegang kepala kata yang diucapkan adalah intelektual. Kemudian pegang pundak mengucap actual. Memegang perut (hati) emosional  dan menyatukan ujung jari kedua tangan adalah spiritual. Empat gerakan yang dilakukan berulang ulang ini mempunyai makna yang menarik.

Gerakan pertama, intelektual artinya siswa siswi harus menyiapkan ujian dengan belajar. Gerakan kedua  menyebut aktual, artinya ‘do it’ ketika siswa akan menghadapi ujian harus mampu mengatur waktu belajar, belajar teratur.

Emosional artinya siswa jangan sampai stres karena belajar, atau takut menghadapi ujian serta bisa mengontrol emosi. Yang terakhir adalah

Spiritual yang artinya siswa harus membuat hatinya mantap menghadapi ujian, siswa yang tangguh dan berpikir positif dalam menghadapi. Jika ada orang tua atau guru yang mengingatkan ujian maka siswa bisa menjawab, saya siap ujian dengan penuh percaya diri.

Selain gerakan gerakan Umi banyak mengajak siswa untuk menyanyi bersama yang tujuannya membuat siswa gembira sehingga otak kanan mereka terbuka. “Anak- anak lelah belajar, les, mengikuti try out. Kelelahan ini harus diurai, jadi tidak sampai stres menghadapi ujian. Siswa harus tetap diizinkan ngemall, main musik dan kumpul dengan teman temanya.jadi otak kanan dan kiri seimbang, pikiran relax,” ujar Umi Dayati.

Umi juga mensyaratkan 4 hal yang harus dilakukan agar lulus ujian selain belajar dengan sungguh – sungguh. yang pertama adalah mendekatkan diri kepada Allah, menambah shalat sunnah seperti tahajud, shalat hajat, puasa sunnah dan bershodaqoh.

Yang kedua cari ridho kedua orang tua. Karena doa orang tualah yang akan memudahkan pengerjaan ujian dan yang terakhir adalah ridhlo guru. Berterima kasihlah kepada guru yang selama tiga tahun mendidik dan minta maaflah kepada guru apabila mempunyai salah, karena pengorbanan guru luar biasa.

Pada saat sakitpun berangkat sekolah, demi siswa siswinya.yang terakhir juga adalah teman. Minta maaflah kepada temanmu, sahabatmu yang pernah kamu sakiti. Bukan tidak mungkin dia akan lebih sukses dari kamu.

Kepala Smamda,  Astajab mengatakan acara ini selain bertujuan untuk menjadikan siswa- siswi berpribadi tangguh juga untuk menyiapkan mental mereka untuk menghadapi Ujian Sekolah, USBNBK dan UNBK. “ Ini untuk mantapkan hati untuk semangat ujian, positif melihat ujian, jangan takut,” ujar Astajab di sela-sela acara. end/ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.