
SURABAYA | duta.co – Sebanyak lima (5) mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Senin (1/9/25) mulai magang – program pelatihan dirancang untuk memberikan pengalaman praktis — di Museum NU Jl Gayungsari Timur 35 Surabaya.
Sebelum masuk Gedung Museum, mereka bertemu dengan Pembina Yayasan Aswaja (NU) Surabaya, Mokhammad Kaiyis, di Guest House Kiai-kiai NU. “Marhaban, selamat datang. Semoga ilmu yang perolehnya bermanfaat untuk umat,” demikian sambutan Mokhammad Kaiyis, yang juga Anggota Dewan Kehormatan PWI Jatim saat bertemu mereka.
Kelima mahasiswa itu adalah Adam Arya Ahmadi, Ajeng Retno Sari, Yosep Mario Tato Dwi P, Samsudin Budi Pratama dan Nisrina Naya Dewi. “Kami mahasiswa jurusan Sejarah dari Kampus UNESA. Rencananya, selama 4 bulan kami berada di Museum NU,” demikian disampaikan Adam Arya Ahmadi mewakili teman-temannya.
Kaiyis menjelaskan, sudah banyak sekali mahasiswa yang memperoleh gelar dari Museum NU. Ada juga yang bertitel doktor. Bagi mahasiswa UK PETRA misalnya, Museum NU sudah seperti rumah sendiri. Begitu juga dari UIN SA, UNUSA, UNAIR.
“Baru saja sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menuntaskan magangnya. Kami berterima kasih atas kepercayaan sejumlah Kampus di Museum NU, semoga ada manfaatnya,” tegas Kaiyis.
Ia menjelaskan, bahwa mainstream atau arus utama pemahaman keagamaan NU adalah mengedepankan toleransi, moderasi. “Karena itu, teman-teman dari UK Petra sudah menganggap ini rumah sendiri. Mas Yosep (yang non muslim) pun begitu, kami jamin di Museum NU akan kerasan karena toleransi umat beragama begitu kental. Moderasi beragama dalam NU sudah tertanam sejak awal,” tegasnya.
Setelah di Guest House Kiai, sejumlah mahasiswa langsung menuju Gedung Museum NU. Mereka bertemu dengan para penjaga Museum NU, seperti Azharunddin dan Sovie Dina Kumala. Mereka membuat roadmap agar tujuan magang terpenuhi. “Ya! Mereka ingin ikut mendongkrak popularitas Museum NU. Mungkin dari sektor media sosial,” jelas Azhar.
Disaat yang sama, Museum NU memperoleh pertanyaan dari Disparta (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), perihal berapa jumlah wisatawan asing dan wisatawan Nusantara dalam bulan kemarin, Juli 2025.
“Ada 83 orang yang berkunjung ke Museum NU bulan Juli 2025. Kita perlu memberikan kenangan ke mereka. Setelah menyaksikan rekam jejak para kiai, mereka perlu bekal buku kecil, berisi mainstream pemahaman keagamaan NU. Ini penting sekali,” jelas Sovie Dina, alumni S2 Jurusan Komunikasi, UIN SA Sunan Ampel, Surabaya. (mky)





































