PASURUAN | duta.co – Sebanyak 5 desa yakni Desa Semedusari, Balung Anyar, Alas Tlogo, Wates dan Semongkrong Pasinan Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, belum teraliri listrik dari PLN, lantaran pihak PLN belum kantongi izin dari TNI AL. Terkait masalah itu, Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf tengah berjuang untuk mendapat kemudahan dalam hal subsidi listrik untuk warga di lima desa tersebut.

Karena disambati warganya, lantaran sulitnya mendapatkan aliran listrik, Irsyad terus berjuang dan berikhtiar melalui permohonan subsidi listrik untuk warung listrik di 5 desa di Kecamatan Lekok yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tertanggal 17 Juni 2017. “Mereka adalah rakyat saya, ” ucap Irsyad, pada wartawan, Sabtu (12/8) pagi.

Dari permohonan itu, pihak Kementerian ESDM akhirnya merespon permohonan Bupati Irsyad, dengan melakukan pertemuan di Gedung Utama Lantai IV, Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017). Dalam pertemuan itu, pihak Kementerian ESDM diwakili oleh Yusman, Kasubid Harga Dirjen Ketenagalistrikan, PLN pusat diwakili oleh Beny, Rendy dari Kemendagri, serta Bupati Irsyad Yusuf.

Menurutnya, instalasi PLN tak bisa dibangun di 5 desa ini karena tak ada izin dari pihak TNI-AL. Seperti diketahui sebagian atau keseluruhan wilayah 5 desa ini masuk ke wilayah milik TNI AL.

Meski tak terjangkau listrik, namun warganya tak patah arang. Pada 1999 warga secara swadaya mendirikan Warung Listrik (Warlis) untuk mencukupi kebutuhan listrik di desanya.

“Warlis merupakan suatu usaha jual beli listrik oleh kelompok masyarakat tertentu, dibentuk pemerintah desa. Pelanggan membeli listrik dari pengurus Warlis. Dari pelanggan-pelanggan tersebut akan disalurkan lagi ke rumah-rumah pemanfaat. Satu pelanggan memiliki 2 sampai 3 pemanfaat. Dan hal itu sudah berjalan beberapa tahun ini. Hasilnya bisa dirasakan, “jelas Irsyad.

Irsyad menjelaskan keberadaan Warlis ini sangat membantu warga mendapatkan listrik. Setiap tahun, jumlah pelanggan dan pemanfaat terus bertambah. Saat ini pelanggan sebanyak Warlis sebanyak 1.222 kepala keluarga, sementara total daya yang dibutuhkan mencapai 66.000 VA. “Sejak berdiri hingga tahun 2016 lalu, Warlis tak ada kendala,”beber dia.

Namun, lanjut Irsyad sejak 2017 saat subsidi listrik 900 VA dicabut terjadi kenaikan biaya yang signifikan. Saluran listrik ke rumah-rumah warga banyak yang diputus pengelola Warlis tak mampu bayar. Untuk memperjuangkan hak warganya, Pihaknya melayangkan surat pengaduan kepada PLN agar mencarikan solusi. Surat pengaduan tersebut mendapat respon.

“Alhamdulillah pengaduan kami mendapat respon. Lewat rapat lalu, kami mendapat rekomendasi agar Pemkab Pasuruan mengirimkan surat kepada TNI AL dengan tembusan ke Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ESDM. Intinya meminta agar PLN diizinkan membangun jaringan listrik di lokasi tersebut, “ungkap Irsyad.

Tak hanya itu, Irsyad juga mendapat jaminan PLN akan segera membangun jaringan listrik di 5 desa tersebut jika sudah mendapat izin dari TNI AL. “Kami harapkan TNI AL agar memberikan izin. Karena ini demi kemaslahatan warga. Sebagai warga negara mereka berhak mendapatkan listrik dengan baik. Warga juga berjanji bila sewaktu-waktu lahannya dibutuhkan ya harus pindah atau direkokasi, “pungkasnya.

Seperti diketahui, jumlah pelanggan di 5 Desa yang menerima listrik dari warlis mencapai 1053 KK. Total pemanfaat sebanyak 3672, dengan rincian 1222 pemanfaat dan 225 pelanggan di Desa Semedusari, 579 penerima dan 190 pelanggan di Balunganyar, 843 pemanfaat dan 235 pelanggan di Alas Tlogo, 1632 pemanfaat dan 360 pelanggan di Wates, serta 156 pemanfaat dan 43 pelanggan di Desa Semongkrong Pasinan. (dul)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan