BINAAN : Jamaah Ponpes At Taubah Lapas Kelas IIA Kediri (duta.co/humas)

KEDIRI | duta.co – Keberadaan program Program Ponpes At Taubah berada di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, menjadikan salah satu dasar pemberian remisi kepada ratusan penghuni terdiri narapidana maupun tahanan.

Dijelaskan Kepala Lapas, Drs.Kusmanto Ekoputro, Bc.IP., M.Si, melalui Kasi Bina Didik (Binadik) I Putu Suwarsa, selain agama pihaknya juga membekali ketrampilan melalui bengkel kerja.

Dalam bangunan berada di Jl. JA. Suprapto 21 Kota Kediri, dihuni sedikitnya 856 orang melebihi kuota Lapas seharusnya maksimal 325 orang. Namun demikian, dijelaskan Kasi Binadik, pihaknya selalu menjalin komunikasi yang baik dengan penghuni, selain memberikan aturan yang tegas.

“Salah satunya dilarang keras membawa handphone atau jangan coba-coba memakai obat terlarang di dalam,” tegasnya.

Bila kemudian dilanggar, maka data penghuni tersebut akan dihapus dari program remisi digelar rutin dua kali dalam setahun.

“Kami memiliki agenda rutin, setiap hari kemerdekaan dan perayaan Idul Fitri memberikan remisi umum dan khusus. Sebenarnya ada juga program remisi khusus bagi berusia lanjut dan memiliki sakit cukup parah dikuatkan keterangan medis,” jelasnya.

Terkait program Remisi Khusus Idul Fitri, I Putu Suwarsa menyampaikan data 457 penghuni terbagi dalam tiga besaran perolehan. Untuk remisi 15 hari diberikan kepada 196 orang, untuk satu bulan diberikan kepada 246 orang dan satu bulan 15 hari diberikan kepada 15 orang.

“Semuanya bertahap diawali tahun pertama hingga kelipatannya,” ucap Putu.

Terkait keberadaan bengkel kerja, ternyata penghuni Lapas kini memiliki produk andalan berupa kain tenun dan pertukangan kayu.

“Awalnya dulu 20 orang mendapatkan pelatihan, kemudian mendapatkan bantuan alat dan kini ilmunya telah ditularkan kepada penghuni lain. Untuk tenun ini memasuki tahun kedua, dan kami telah beberapakali menggelar pameran,” terang Kasi Binadik.

Diharapkan dengan program kreatif selain dibekali ilmu agama, selepas keluar dari Lapas, mampu mandiri dan kembali melakukan tindak kejahatan.

“Bagaimana kehidupan di dalam Lapas dan kegiatannya, kami selalu upload di media sosial, karena ini bagian transparansi informasi publik. Bisa dilihat di instagram @lapaskediri, terdappat semua foto dan video kegiatan kami” imbuhnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.