SURABAYA | duta.co – Sebanyak 448 marbot (petugas/perawat masjid) dari 32 masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti “Marbot Soccer League 2026” yang berlangsung pada 1-10 Maret di lapangan Al-Akbar Soccer Center (ASC) di sisi timur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).

“Ini pertandingan untuk persaudaraan, bukan permusuhan, karena kalah dan menang itu biasa,” kata Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg saat membuka pertandingan para marbot dari 32 masjid di Jatim pada bakda Shalat Tarawih di MAS, Ahad (1/3) malam.

Ia mengharapkan pertandingan bola itu dijadikan sebagai ajang persaudaraan. “Kalian datang dari berbagai masjid justru bertemu di sini untuk saling bersaudara, karena awalnya tidak kenal, maka di sini untuk kenalan,” katanya.

Sementara itu, Humas MAS H Helmy M Noor menjelaskan ratusan marbot yang terbagi dalam 32 tim marbot dari 32 masjid dari Surabaya, Mojokerto, Malang, Sidoarjo, dan Gresik itu masing-masing didampingi oleh seorang official dan seorang pelatih, sehingga tercatat ada 64 pendamping.

“‘Marbot Soccer League 2026’ yang bekerja sama dengan Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan ‘Healing Ramadhan 2026’ di Masjid Al-Akbar,” katanya.

Selain Liga Marbot 2026, kegiatan “Healing Ramadhan 2026” di MAS adalah “Megengan” (Pembuka Program “Healing Ramadhan” dengan 1.447 apem pada 15/2), lalu kegiatan “One Day One Khatam” (1-30 Ramadhan 1447 H), Ngaji Ngabuburit (1-30 Ramadhan), Sholat Tarawih (1-30 Ramadhan), Tadarus Al Qur’an (1-30 Ramadhan), Qiyamul Lail 10 hari terakhir (21-30 Ramadhan), Nuzulul Qur’an (17 Ramadhan), dan Buk Puasa Bersama (1-30 Ramadhan).

Program lainnya, Donor Darah (18 Februari-7 Maret jam 15.00 – 21.00, kecuali Ahad), Cek kesehatan bagi 200-an marbot (18-19 Februari 2026), “MAS Berbagi” untuk dhuafa, anak yatim, disabilitas, guru, marbot di Taman Asmaul Husna MAS (21 Ramadhan 1447 H).

“Ada juga Pameran Masa Lalu dan Masa Kini MAS (1-30 Ramadhan) di kawasan Air Mancur MAS, lalu ada Lomba Mewarnai yang diikuti 290 anak dan Lomba Dai Cilik yang diikuti 20 anak (28 Februari). Juga ada Lomba Hadrah Al Banjari (6/3), Lomba Patrol (7/3), Lomba Qosidah Rebana (24/3), dan Lailatul Qiroah dan Sholawat (16/3),” katanya.

Semaraknya Program “Healing Ramadhan 1447 H” di MAS itu diapresiasi jamaah dari luar kota. “Alhamdulillah wa syukrulillah. Luar biasa. Pengelolaan Masjid Al-Akbar Surabaya patut menjadi role model nasional,” kata jamaah asal Kediri, R Sukardi.

Menurut dia, Masjid Al-Akbar itu tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dikelola dengan manajemen yang modern, profesional, dan visioner, karena programnya terintegrasi secara harmonis mulai dari ibadah, edukasi, sosial, budaya, hingga olahraga, sehingga dinamis dan relevan dengan zaman.

“Ini benar-benar masjid dengan standar tata kelola yang bertaraf dunia, yakni transparan, inklusif, ramah jamaah, serta adaptif terhadap kebutuhan generasi muda, seperti Ngaji Soccer, Marbot Soccer League, dan rangkaian Healing Ramadhan. Jadi, Masjid Al-Akbar bukan sekadar tempat ritual, tapi pusat peradaban,” katanya. (*/mas)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry