
SURABAYA | duta.co – Sedikitnya 4 pidato Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan gelak-tawa warganet. Bahkan di kolom pencarian google.com, mengutip instagram.com salah satu isi pidato Presiden Prabowo perihal kenaikan gaji guru, eh hakim, itu menjadi ilustrasi tersendiri.
“Momen Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Paripurna DPR RI menjadi bahan lelucon warganet karena beliau sempat salah mengucapkan kenaikan gaji, di mana beliau menyebut “gaji guru” naik hampir 300% sebelum segera meralatnya menjadi “gaji hakim”,” demikian kabar google.com terlihat duta.co Kamis (04/6/26).
Menurut google, kejadian tersebut memicu ramai reaksi, sindiran, dan candaan dari netizen di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter) dan Instagram. “Banyak warganet yang menjadikan momen ini sebagai bahan lelucon karena merasa “di-prank” akibat isu kesejahteraan tenaga pendidik sudah lama dinantikan masyarakat. Momen keliru sebut tersebut bisa Anda lihat di beberapa liputan media sosial,” jelasnya.

Redaksi duta.co, melihat setidaknya ada empat (4) pernyataan Presiden Prabowo yang dikemas warganet jadi bahan candaan. Pertama, masih soal gaji hakim yang naik 300%. Dalam video pendek, digambarkan guru-guru mendengar dengan seksama pidato itu. Mereka tampak ceria begitu mendengar kabar kenaikan 300%. Tapi, langsung murung, karena Presiden Prabowo meralatnya, sebab, kenaikan itu ternyata untuk para hakim.
Kedua, muncul video pendek orang desa tidak pegang dolar. Warganet menunjukkan duit dolar yang kian perkasa. Ironisnya, meski tidak pegang dolar tetapi harus klepek-klepek dengan naiknya mata uang AS tersebut. “Tidak pakai dolar, tapi, kenaikan plastik tidak bisa dibendung. Barang-barang naik Pak Presiden, sampai kapan begini,” teriak mereka.
Ketiga, pidato Presiden Prabowo soal manfaat MBG (Makan Bergizi Gratis) di depan para buruh. Warganet terus memaknai bahwa buruh menjawab ‘Tidaaaak’ ketika ditanya presiden soal manfaat atau tidak program MBG? “Buruh tidak butuh MBG, yang ditunggu komitmen pemerintah membela kepentingan buruh, terutama dalam regulasi terkait outsourcing (atau alih daya). Alamaaak, kita sudah jatuh ditimpa tangga ditanya soal MBG lagi,” kata mereka.

Keempat, saat Presiden Prabowo Subianto mengimbau kabinetnya untuk tak perlu lagi mengadakan seminar atau forum group discussion (FGD). Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memerhatikan kepentingan rakyat. Prabowo mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran. Penghematan ini dilakukan dengan mengurangi kegiatan yang tidak penting.
Mimik Prabowo yang sedikit mencibir, ternyata menjadi bahan candaan warganet. “Jadi habis itu kunker, seminar, FGD, forum group disscusion, eh forum group disscusion? Tidak perlu. Rakyat perlu mitigasi rakyat perlu pupuk, rakyat perlu bibit, sekolah diperbaiki. Nggak usah seminar lagi. Yang penting MBG pak,” jelas warganet mengomentari acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dihelat di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Tak kalah lucu adalah unggahan Denny Sumargo di media sosial Threads yang mendadak menjadi perhatian publik. Mantan atlet basket yang kini dikenal sebagai aktor, presenter, dan kreator konten itu memancing diskusi luas setelah menyinggung jabatan Sekretaris Kabinet atau Seskab dalam sebuah unggahan singkat. Melalui akun Threads pribadinya, Denny Sumargo melontarkan pertanyaan yang langsung mengundang berbagai respons dari warganet.
“Kalau gue ceritanya jadi seskab, kalian mau gue ngapain?” tulis Denny Sumargo.
Meski hanya terdiri dari satu kalimat sederhana, unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Ribuan komentar bermunculan, mulai dari yang bernada serius hingga yang disampaikan dengan gaya satir dan humor khas netizen Indonesia.
Banyak warganet memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kritik, saran, hingga aspirasi yang mereka miliki terkait pemerintahan dan kondisi sosial saat ini.
Salah satu komentar yang paling mencuri perhatian datang dari seorang netizen yang secara langsung menyinggung Presiden Prabowo Subianto. “Suruh presiden lu diem di rumah jangan angin-anginan mulu,” tulis salah satu pengguna Threads.
Komentar lain menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Warganet tersebut berharap anggaran program itu dapat dialihkan ke sektor lain yang dianggap lebih penting. “BUBARIN EMBEGEH……. ALIHKAN KE KESEHATAN DAN PENDIDIKAN,” tulis netizen lainnya.
Kini perlawanan kebijakan pemerintah bukan hanya dilakukan Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada) yang memplesetkan MBG (Maling Berkedok Gizi), tetapi juga masif lewat musisi yang lagu-lagunya terus menderu di jagat medsos. (net)





































