SURABAYA | duta.co – Anda menyaksikan debat kilat ‘langsung’ di TvOne, Jumat (8/2/2019) pagi dengan tajuk  ‘Semburan Hoaks’, Milik Siapa? Ada empat peristiwa lucu yang bikin kita ‘gemes’ melihatnya.

Dua narasumber diundang, masing-masing Kanjeng Pangeran (KP) Norman Hadinegoro, salah satu relawan Presiden Jokowi-Ma’ruf dan Ahmad Riza Patria mewakili pasangan Prabowo-Sandiaga.

Lucu pertama. Begitu dimulai, Kanjeng Pangeran Norman langsung bicara soal ideologi bangsa. Ia menyebut negara ini sedang menghadapi ideologi radikal, seperti HTI dan khilafah. Ia juga menyebut siapa yang demen (senang) memanfaatkannya. Ini berbahaya.

Apa yang disampaikan KP Norman ini justru membuka kedok, bahwa, isu khilafah, HTI, radikal bakal dimainkan dalam Pilpres 2019. Apalagi faktanya Cawapres Kiai Ma’ruf sudah menyebut Pilpres 2019 sebagai perterungan ideologi.

Ahmad Riza Patria yang duduk di sebelahnya, awalnya mendengarkan dengan seksama. Sesekali menimpali. “Komunis, PKI Be,” selanya memanggil KP Norman dengan sebutan Babe.

Pembaca acara TVOne ikut menyela: Apa dengan itu kemudian Presiden Jokowi semakin reaktif, menanggapi ecara emosi? Babe Norman langsung menjawab, bahwa, Jokowi tidak emosi. Bukan lawan kita. Jokowi itu petarung, Amerika saja dilawan, Freeport juga. Semua tertawa.

Lucu kedua, ketika Riza Patria menjelaskan masalah ideologi bangsa. Ancaman bukan hanya dari khilafah, tetapi juga komunis. “Herannya dalam rezim ini bibit-bibit PKI dibiarkan. Buku-buku PKI tersebar di mana-mana, orang pakai kaos PKI, dibilang cuma gagah-gagahan,” jelas Riza yang membuat Babe ‘kecut kepontal-pontal’.

KP Norman langsung menyarap dengan foto Prabowo ada lambang PKI di dadanya. Tetapi langsung dipotong Riza Patria bahwa itu foto hoaks, editan. Untuk itu perlu perlu cerdas membedakan aslid an hoaks.

Lagi-lagi Babe ‘kecut’ dibuatnya. Riza Patria masih menyodok soal hukum, hukum tumpul ke atas tajam ke bawah. Ia menyebut kasus Ahmad Dhani yang diadili soal kata ‘idiot’ sementara yang bilang ‘Asu’ dibiarkan.

Lucu ketiga, ketika Riza Patria juga bicara soal indeks demokrasi kita yang turun drastis. “Hari ini Be, bukan cuma pertumbuhan ekonomi yang turun, indeks demokrasi kita juga turun,” jelas Riza Patria.

Apa kata KP Norman? “Itu malah bagus,” jawabnya singkat.

Karuan pembawa acara TVOne ikut geli mendengarnya. Riza Patria menjelaskan, bahwa, turunnya indeks demokrasi itu pertanda buruk. Ini hasil survey.

Lucu keempat, Riza Patria masih berkesempatan ‘menghajar’ kinerja Jokowi. “Janjinya mau beli lagi Indosat, mana? Katanya pertumbuhan ekonomi 7%, mana? Cuma banyak janji. Sekarang ada walikota yang bilang kalau tidak dukung Jokowi jangan lewat tol. Janganlah Be, hanya bangun tol sedikit saja sudah merasa membangun tol se-Indonesia, janganlah Be,” tegas Riza disambut gelak tawa. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.