
KEDIRI|duta.co – Buku jejak karir dan motivasi perjalanan karir politik Imam Wihdan Zarkasyi S.T., M.T., dengan penulis senior Mas Raden Toto Sugiarto, menuai banyak apresiasi dari generasi Gen Z. Termasuk dari Budi Arya, Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kediri Raya
Buku setebal 166 halaman berisi kisah perjalanan karir dariĀ politisi Kota Kediri tersebut, sangat memberi inspirasi bagi pemuda yang hendak terjun ke dunia politik. Apalagi, launching buku digelar bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas karya bukuĀ berjudulĀ ” Optimisme Baru Jejak Karier Enterpreneur dan Politik Imam W. Zarkasyi” . Semoga buku ini dapat menginspirasi semua orang, terutama anak muda,” kata Budi Arya yang juga sebagai moderator di acara Launching Buku yang berlangsung di gedung Balai Kelurahan Bandar Lor, Senin (1/6/2026)
Bagi Budi,Ā buku tersebut sangat menarik. Di dalamnya berisi perjalanan sosok Imam Wihdan Zarkasyi sebelum menjadi politisi, dengan tahapan-tahapan yang harus dilalui hingga menjadi anggota DPRD Kota Kediri.
“Buku ini juga menjadi bentuk motivasi yang diperuntukan bagii khalayak utamanya anak muda.Ā Penjabaranya sangat konkrit dan bisa melecutĀ generasi Gen Z dalam menggapai cita-cita ”Ā katanya.
Kepala Perwakilan duta.co Kediri Raya juga menyebut, munculnya buku tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim positif dan menjadi referensi bagi kalangan Generasi Gen Z yang belum memahami akan sebuah perjalanan politik dengan kisah menarik di dalamnya
” Saya melihat, bukuĀ yang ditulis oleh Mas Raden Toto Sugiarto, karena melihat modal keprofesionalan Imam Wihdan Zarkasyi yang ternyata cukup menjadi penguat dalam memenangkan pertarungan dalam pemilu legislatif di Kota Kediri yang kental dengan budaya mataraman” tandanya.
Novita Dewi, salah satu siswi SMK swasta di Kota Kediri, mengapresiasi akan Launching buku Bapak Imam Wihdan Zarkasyi. Dari sini, ia lebih mengetahui akan sebuah perjalanan politik yang harus diraih dengan beberapa tahapan dan perjuangan keras.
“Dari membaca buku ” Optimisme Baru Jejak Karier Enterpreneur dan Politik Imam W. Zarkasyi” , ketertarikan saya di dunia politik mulai muncul yang memang selama ini awam bagi saya” ucapnya.
Sekretaris Bakesbangpol Kota Kediri, Miftahur Rozak yang hadir dalam LaunchingĀ buku “Optimisme Baru Jejak Karier Enterpreneur dan Politik Imam W. Zarkasyi” , menyambut positif akan isi buku tersebut.
“Poinya, politik bukanlah hal yang harus dijauhi, melainkan hal yang harus dipahami dan dicintai oleh setiap warga negara, termasuk para Generasi Gen Z. Saya menilai, dalam buku ini mencakup sebuah perjalanan dan perjuangan yang tidak mudah untuk diraih, melainkan dengan konsistensi” katanya.
Hal senada, juga diungkapkan Ketua KPU Kota Kediri, Reza Christian,buga mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Tujuannya, agar memperkaya inspirasi anak muda dan Pelajar untuk membangun cita-cita sebagai politisi yang sukses di kemudian hari
” Harapanya, dengan munculnya buku ini mampu membawa ‘angin segar’ bagi kalangan muda dalam membangun cita- cita nya ke depan.Pastinya, buku ini sangat bagus. Semoga muncul buku-buku lainya” ujarnya.
Sementara itu, Imam Wihdan Zarkasyi, menjabarkan, buku ini ditulis dan diterbitkan dengan spirit memotivasi generasi muda atau yang lebih dikenal dengan Generasi Z, tentang bagaimana bisa surviver dengan beradaptasi dalam kehidupan.
” Harapan terbesar saya, buku ini mampu memberikan rangsangan positif akan sebuah perjalanan politik. Dari sini pula, akan terlahir generasi muda yang cerdas untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang” harapnya.
Lebih jauh, politisi partai Golkar yang mempunyai panggilan akrab Pak Lek Imam ini berharap, buku berjudul ” Optimisme Baru Jejak Karier Enterpreneur dan Politik Imam W. Zarkasyi” manpu mewarnai pembelajaran politik di kalangan Generasi Z yang masih memandang minor akan dunia politik.
” Alhamdulillah, para siswa- siswi cukup antusias mendapatkan buku ini. Mereka juga berharap banyak kisah tokoh- tokoh Kediri dituangkan dalam sebuah buku untuk memperkaya pengetahuan tentang Kediri” tutupnya.(red)








































