Peserta uji kompetensi CPMI cleaning service mengikuti penilaian asesor di TUK Putri Mandiri, Medan, Sumatra Utara.

SURABAYA l duta.co – Persiapan menuju dunia kerja di Malaysia tidak cukup hanya dengan kelengkapan administrasi. Kompetensi dan keterampilan menjadi bekal penting bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebelum benar-benar ditempatkan di luar negeri.Peserta uji kompetensi CPMI cleaning service mengikuti penilaian asesor di TUK Putri Mandiri, Medan, Sumatra Utara.

hal itu terlihat dalam pelaksanaan uji kompetensi bidang cleaning service di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Putri Mandiri, Medan, Sumatra Utara, Selasa (1/9/2026). Sebanyak 35 CPMI mengikuti penilaian untuk memastikan kemampuan mereka telah sesuai dengan standar pekerjaan yang dibutuhkan.

Para peserta berasal dari Medan, sejumlah daerah di sekitarnya, serta sebagian dari Aceh. Mereka dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja sektor cleaning service di Malaysia.

Direktur LSP Cleaning Service Nusantara, Hesnud Daulah, hadir langsung dalam pelaksanaan uji kompetensi tersebut. Ia menegaskan, kehadiran lembaganya bukan sekadar menjalankan proses sertifikasi, tetapi memastikan setiap peserta benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan di lapangan.“Kami selaku LSP Cleaning Service Nusantara hadir di Medan ini sekaligus untuk memastikan 35 CPMI ini betul-betul kompeten di bidang cleaning,” ujar Hesnud Daulah di sela kegiatan.

Sebelum mengikuti uji kompetensi, para CPMI telah menjalani pelatihan intensif selama dua hari di LPK Putri Mandiri. Pelatihan tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum menjalani penilaian oleh asesor yang telah ditunjuk.

Selain kemampuan teknis, peserta juga harus memenuhi persyaratan administrasi. Salah satunya dengan memiliki akun SIAPkerja yang menjadi bagian dari proses pendaftaran uji kompetensi di LSP Cleaning Service Nusantara.“Tentunya sebelum melakukan uji itu mereka harus mendaftar ke LSP Cleaning Service Nusantara. Seluruh peserta wajib memiliki akun SIAPkerja. Itu menjadi satu persyaratan yang wajib dimiliki oleh setiap calon peserta dan calon PMI,” jelas Hesnud.

Uji kompetensi di TUK Putri Mandiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan selama tiga hari di Medan. Sebelumnya, LSP Cleaning Service Nusantara telah melakukan uji kompetensi terhadap 43 CPMI di TUK Lonari.

Dengan demikian, total 78 CPMI bidang cleaning service telah mengikuti uji kompetensi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Hesnud juga menyoroti penerapan e-certificate oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlaku efektif mulai 10 Agustus 2026. Menurutnya, sistem sertifikat elektronik tersebut memberikan kemudahan sekaligus mempercepat peserta memperoleh dokumen setelah dinyatakan kompeten.“Harapannya dengan melalui e-certificate ini, sertifikat bisa cepat sampai ke peserta yang dinyatakan kompeten. CPMI tidak perlu menunggu lama-lama blangko dari BNSP. Ini adalah hal yang luar biasa, percepatan yang dilakukan oleh BNSP,” tuturnya.

Keberadaan e-certificate dinilai penting bagi CPMI karena sertifikat kompetensi dapat segera digunakan untuk melengkapi dokumen yang diperlukan dalam proses keberangkatan bekerja ke luar negeri.

Dalam proses penilaian, asesor menguji kemampuan peserta secara objektif dan transparan. Aspek yang dinilai mencakup penguasaan teknik kebersihan, penggunaan peralatan kerja, hingga pemahaman terhadap keselamatan kerja sesuai standar industri.

LSP Cleaning Service Nusantara juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan LPK dan instansi terkait untuk memastikan CPMI yang akan bekerja di luar negeri telah memenuhi standar kompetensi.

Hesnud menilai, pembekalan dan sertifikasi merupakan bagian penting dari upaya memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia sebelum mereka memasuki pasar kerja internasional.“Kami berkomitmen memastikan semua CPMI yang kami uji benar-benar layak dan siap bekerja. Sertifikat ini bukan sekadar formalitas, tapi bukti bahwa negara hadir melindungi pekerjanya,” pungkas Hesnud Daulah.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry