SURABAYA | duta.co – Miris, ungkapan inilah yang pas buat dua gadis asal Rungkut, EL (18) dan FDL (17). Betapa tidak, dua gadis yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA) itu telah terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor. Saat ini, dua gadis itu sudah diamankan di Polsek Rungkut.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (6/8) siang sekitar pukul 13.00 WIB di Perumahan Putra Bangsa 3 Blok F-9, Medokan Ayu Rungkut Surabaya. Saat itu, EL dan FDL berhasil mencuri satu unit motor Honda Vario 125 hitam J 2789 AKG, milik Yanuarius N Agung Utomo.

“Kami amankan kedua pelaku di rumahnya, setelah korban melapor kepada kami terkait motornya yang hilang,” kata Karim kepada wartawan di Mapolsek Rungkut, Jumat (11/8).

Karim menjelaskan, setelah dua gadis itu ditangkap lantas diinterogasi, pihaknya dibuat terkejut. Karim makin geleng-geleng kepala saat mendapat pengakuan dari pelaku. Saat dicecar pertanyaan, dua gadis itu mengaku sebelumnya pernah mencuri helm. “Pencurian helm itu dilakukannya Januari 2017 lalu di kawasan UPN,” terangnya.

Pihaknya kemudian melakukan penyidikan lebih dalam lagi. Saat polisi memfokuskan pertanyaan terkait pencurian motor yang dilakukan pelaku, dua gadis tersebut menjawab enteng. “Ya saya tinggal ambil aja pak. Waktu itu kan kunci motornya masih menempel,” jawab EL, sang eksekutor dalam pencurian tersebut.

Ternyata, sebenarnya kedua gadis itu tidak berniat mencuri motor. Sasaran mereka sebenarnya adalah helm. Namun, ketika ada kesempatan itulah, motor korban langsung diambil.

Karim menambahkan, saat beraksi pelaku membawa motor Honda Vario L 5702 PX sebagai sarana. Mereka berangkat berboncengan dari kawasan Pandugo. Karena dari awal sudah merencanakan aksi pencurian, dua gadis itu lantas berkeliling mencari sasaran.

“Mereka lalu menuju ke kawasan Perumahan Putra Bangsa Medokan Ayu tadi. Awalnya pelaku niatnya mencuri helm. Tapi karena tidak ada, dan melihat ada motor yang kuncinya menempal saat diparkir diteras rumah ditinggal pemiliknya, langsung diambil,” jelasnya.

Mantan Kanitreskrim Polsek Simokerto itu melanjutkan, dari pengakuan kedua gadis tersebut saat diinterogasi, keduanya nekad mencuri berdalih karena butuh uang buat biaya sekolah. Keduanya juga mengaku uang yang diberikan orangtuanya untuk bayar SPP telah dihabiskan.

Namun, kendati demikian, Polisi tidak percaya begitu saja atas pengakuan dua gadis tersebut. “Hingga saat ini, kami masih akan kembangkan kasus ini. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada TKP lain yang pernah menjadi sasaran kedua pelaku,” tandasnya. tom/gal

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan