Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UKPetra, Rudy Setiawan memberi selamat pada 18 mahasiswa UKPetra yang telah lolos seleksi dan menerima Program Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) 2022 di Hotel Sheraton Surabaya, Senin (8/8/2022). DUTA/Wiwiek Wulandari

Kemdikbudristek Ingin Mengubah Citra Mahasiswa Magang

SURABAYA | duta.co – Program Magang Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuat mahasiswa mulai semester lima hingga delapan bisa memiliki pengalaman kerja di dunia usaha dunia industri.

Bahkan, program yang memasuki batch 3 di 2022 ini telah banyak membantu mahasiswa untuk bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Hal itu diungkapkan Kepala Program MSIB, Haryo Kusuma Wibawa saat hadir di acara pelepasan 18 mahasiswa UK Petra yang lolos program MSIB di Surabaya, Senin (8/8/2022).

Dikatakan Haryo, dari program MSIB batch 1 dan 2, sebanyakj 34 persen lebih mahasiswa yang mengikutinya, direkrut untuk menjadi karyawan perusahaan tempat magang.

“Khusus untuk mereka yang sudah duduk di semester delapan yang mendekati lulus. Tapi ada juga yang masih semester tujuh sudah direkrut. Tergantung mahasiswa itu dan perusahaan tempat magang. Apakah mahasiswa itu sesuai kebutuhannya atau tidak,” jelas Haryo.

Program MSIB ini memang bukan program magang biasa. Ada seleksi ketat bagi para mahasiswa dan para mitra (DUDI).

Untuk batch 3 ini, ada 35.616 mahasiswa yang lolos dari 1 juta aplikasi yang masuk. Sedangkan untuk mitra DUDI ada 226 dari 1.800 yang mendaftar.

Seleksi ini, kata Haryo dilakukan untuk mahasiswa karena pesertanya sangat banyak dan kuota terbatas. Sementara untuk mitra (DUDI), harus juga diseleksi karena ada mitra harus memiliki kriteria yang dibutuhkan.

“Karena magang di program MSIB ini berbeda dengan magang-magang sebelumnya. Magang ini masuk dalam aktivitas pembelajaran di kampus yang setara dengan 20 SKS. Sehingga mitra industri harus memiliki project yang jelas, memiliki mentor, dan memiliki learning design skill yang jelas pula. Karena mahasiswa dan mentor di perusahaan itu nantinya akan diberi honor oleh pemerintah sehingga perlu adanya seleksi,” jelas Haryo.

Dan yang utama kata Haryo, untuk seleksi ini bagi mahasiswa harus mengantongi izin atau surat rekomendasi dari kampus. Selain itu ada surat keterangan yang menyebutkan mahasiswa tidak boleh ‘nyambi’ kegiatan lain. “Mereka harus fokus ke magang dan menjalankan program magangnya dengan baik sesuai dengan job-nya,” ungkap Haryo.

Ini kata Haryo penting dilakukan karena pada batch 1 ada 1.500 mahasiswa yang mengundurkan diri dan pada batch 2 ada 2.500 mahasiswa yang juga mengundurkan diri. “Semua karena tidak dapat izin dari kampus dan sebagainya,” tambahnya.

Dengan program ini, akan membawa manfaat bagi mahasiswa dan mitra DUDI. Bagi mahasiswa akan mendapatkan pengalaman bekerja di perusahaan, sedangkan bagi mitra DUDI bisa membidik sumber daya manusia (SDM)  yang unggul yang bisa mereka amati selama enam bulan.

“Dari pada mereka rekrut orang yang baru mereka kenal dua hari. Kalau anak magang itu bisa mereka amati kinerjanya selama enam bulan. Selain itu dengan program ini, mitra DUDI bisa menghemat dana perekrutan karyawan,” tukasnya.

Tapi ke depan,  program magang seperti ini bisa dilanjutkan secara mandiri oleh mitra DUDI tanpa harus melalui Kemendikbudristek. “Kami berharap dana rekrutmen karyawan yang disiapkan mitra DUDI bisa dialihkan untuk program magang ini,” tandas Haryo.

Melamar ke 70 Perusahaan, Dua yang Dipanggil

Michelle Adrea Wibisono, mahasiswa Manajemen, Fakultas International Business Management (IBM) UK Petra menjadi salah satu dari 18  mahasiswa yang lolos program MSIB ini. Michelle mengaku, dia melamar ke 70 perusahaan yang menjadi mitra MSIB. Namun hanya satu yang memanggilnya untuk tes.

Namun dia bersyukur karena bisa diterima magang di video.com di Jakarta. “Saya bersyukur bisa diterima,” katanya.

Michelle mengaku banyak mitra DUDI yang harus melakukan seleksi ketat pada mahasiswa yang mengikuti program ini.

Namun diungkapkan Nurhadi selaku Wakil Ketua Project Management Office Kampus Merdeka 2022, seleksi ketat dari mitra DUDI penting dilakukan. Karena dengan seleksi itu, mereka ingin mendapatkan anak magang yang sesuai dengan kriteria. “Jadi tidak asal-asalan,” tandasnya.

Sastra Budiharja selaku Kepala Pusat Karir UK Petra mengaku senang, banyak anak didiknya yang lolos program ini.  Sastra menerangkan, program MSIB bukan program magang biasa. “Jadi mereka akan mendapatkan Industrial Experience dan tentu saja menambah nilai dalam portfolio. Bahkan hasil kerja para mahasiswa ini dibayar oleh pemerintah melalui LPDP,” kata Sastra.ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry