NAIK : Pelanggan yang menggunakan listrik pintar (prabayar) 900 VA mulai merasakan kenaikan tarif listrik. DUTA/dok

Terutama untuk Daya 900 Volt Ampere

SURABAYA – Sebanyak 3,3 juta pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jawa Timur dengan daya 900 volt ampere (VA) sudah tidak bisa lagi menikmati subsidi listrik dari pemerintah. Mereka sudah mengikuti tarif baru atau penyesuaian sebesar 32 persen yang merupakan selisih antara tarif keenomian dengan target subsidi.

Kenaikan tarif itu dirasakan masyarakat. Sufiatun, warga Lebak Timur Surabaya mengaku sudah merasakan tarif baru. Itu dia ketahui setelah membeli token di sebuah minimarket, Kamis (05/01). ” Saya beli pulsa token untuk penggunaan listrik bulan Januari di mini market, kemudian dikasih tahu kalau nomor langganan saya, sudah tidak pakai tarif subsidi. Sudah naik dari Rp 605 per kwh, jadi sekitar Rp 800 an per kwh,” jelas Sufiatun.

Selanjutnya kenaikan itu akan bertahap di bulan-bulan selanjutnya hingga mencapai Rp 1.352 per kwh. Keluar dari tarif subsidi. “Saya akhirnya tambah beli tokennya. Biasanya Rp 70.000, kemarin sekalian Rp 100.000,” tambah Laras.

Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, ketika dikonfirmasi mengakui bila tarif baru bagi pelanggan 900 VA itu merupakan bagian dari hasil seleksi yang dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). “Dari 3,9 juta pelanggan dengan daya 900 VA, hasil seleksi TNP2K, hanya 497.000 yang berhak subsidi. Jadi sisanya ini yang mendapatkan pengenaan tarif penyesuaian,” jelas Pinto.

Untuk pelanggan yang menggunakan sistim token, tarif baru memang sudah dirasakan sejak awal Januari. Sementara untuk pelanggan tagihan bulanan, tagihan dengan tarif baru, baru akan dirasakan pada pembayaran di bulan Februari. “Dibayarkan di bulan Februari untuk pemakaian bulan Januari dengan tarif penyesuaian,” tegas Pinto.

Tahapan penyesuaian tarif, setelah bulan Januari akan berlanjut di bulan Maret 2017. Kemudian bulan Mei 2017. Penyesuaian di bulan Maret juga naik 32 persen, kemudian Mei akan penyesuaian atau naik 36 persen untuk mencapai tarif keekonomisan. “Sehingga pada Juni 2017, 3,3 juta lebih pelanggan itu akan mengikuti tarif adjustment yang saat ini sebesar Rp 1.459 per kwh,” lanjut Pinto.

Penerapan tarif ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 028/2016 yang sudah diterima pihak PLN Distribusi Jawa Timur. Namun, Pinto menegaskan, bahwa jumlah 498.000 pelanggan yang masih disubsidi itu bukanlah data mati yang sudah terkunci.

Setelah PLN melakukan sosialisasi, masyarakat bisa melakukan complain di pos-pos pengaduan yang ada di setiap kelurahan. Nanti pos-pos pengaduan itu yang akan mengajukannya ke pejabat yang berwenang.

“Masyarakat harus melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk mendukung bahwa mereka memang pelanggan yang memang perlu disubsidi. Karena, bisa jadi, dulu pelanggan itu kaya, namun mendadak jatuh miskin, itu semua butuh disubsidi. Nanti, kami akan ajukan kembali ke TNP2K untuk diperbaiki. Yang jelas, PLN mengikuti data yang dikeluarkan TNP2K,” ungkap Pinto. (end)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan